Perhutani KPH Kendal Gelar Denplot Uji Petik Kopi untuk Transparansi Pembagian Hasil

Perhutani KPH Kendal Gelar Denplot Uji Petik Kopi untuk Transparansi Pembagian Hasil

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal melakukan kegiatan denplot atau uji petik produksi kopi sebagai upaya meningkatkan keterbukaan kepada petani penggarap dalam penentuan nilai pembagian hasil (sharing) kerja sama pemanfaatan kawasan hutan untuk budidaya kopi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boja pada Kamis (11/06).

Perhutani menyebut kegiatan ini dilakukan bersama antara Perhutani dan penggarap untuk memastikan pembagian hasil kerja sama dapat diterima secara adil oleh para pihak. Kerja sama budidaya kopi tersebut berada di wilayah BKPH Trayu, KPH Kendal.

Lokasi agroforestry tanaman kopi berada di petak 86A-1 dan 86B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Trayu, dengan luas kerja sama sekitar ±61,51 hektare.

Administratur KPH Kendal Muhadi, melalui Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Mita Nurdyana, mengatakan denplot produksi menjadi langkah awal untuk memperkirakan potensi hasil panen kopi di wilayah BKPH Boja pada masa panen 2026.

Menurut Mita, metode penghitungan denplot/uji petik dilakukan dengan mengambil sampel di beberapa titik lokasi. Penghitungan dilakukan dengan cara menghitung jumlah buah kopi per dompol per pohon dalam luasan 20 x 40 meter. Ia menegaskan, kegiatan ini juga ditujukan untuk menjamin keterbukaan pembagian pendapatan sharing produksi tanaman kopi, sehingga para penggarap memahami kewajiban yang harus diberikan kepada negara melalui pembayaran PNBP.

Ia menambahkan, uji petik yang dilakukan bersama penggarap diharapkan menumbuhkan kepercayaan bahwa nilai yang ditetapkan Perhutani dapat dipertanggungjawabkan. Dari sejumlah titik yang diuji, Perhutani melihat tanaman kopi yang dirawat dengan baik berpotensi memberikan hasil yang cukup baik.

Mita juga menyampaikan bahwa beberapa lokasi lahan Perhutani yang telah ditanami kopi kini mulai menghasilkan buah. Ia menilai kerja sama agroforestry kopi memiliki prospek ke depan, seiring kopi menjadi salah satu minuman yang digemari masyarakat Indonesia.

Sementara itu, perwakilan penggarap dari Dukuh Mijen, Desa Merbuh, Susilo, menyampaikan apresiasi atas kerja sama agroforestry kopi yang dijalankan bersama masyarakat Desa Merbuh, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Ia berharap pemanfaatan lahan hutan untuk budidaya kopi dapat dilakukan lebih optimal sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Merbuh.