Perebutan pengaruh antarnegara mengalami pergeseran besar dari abad ke-20 ke abad ke-21. Jika pada abad ke-20 minyak bumi menjadi penentu utama kekuatan ekonomi dan geopolitik, pada abad ke-21 fokus bergeser ke mineral kritis yang menopang berbagai industri strategis.
Dalam tulisan opini berjudul Geopolitik PSN Kawasan Industri Pulau Penebang (2), Syarif Usmulyadi Al Qadrie menyoroti perubahan peta persaingan global tersebut melalui tema “Kedaulatan Negara di Tengah Oligarki Global”. Ia menyebut, mineral kritis kini menjadi fondasi bagi sejumlah sektor, mulai dari kendaraan listrik dan baterai, hingga pusat data, kecerdasan buatan, serta industri pertahanan.
Menurut paparan tersebut, perubahan komoditas kunci dari minyak ke mineral kritis turut mengubah arah persaingan dan strategi negara-negara dalam menjaga kepentingan ekonominya. Situasi ini juga memunculkan tantangan baru terkait bagaimana negara mempertahankan kedaulatannya di tengah dinamika kekuatan global.