Pengundian Lahan Relokasi Proyek Bandara Gia Binh Ditekankan Terbuka dan Transparan

Pengundian Lahan Relokasi Proyek Bandara Gia Binh Ditekankan Terbuka dan Transparan

Komite Rakyat Komune Gia Binh, Provinsi Bac Ninh, Vietnam, menggelar pengundian pertama alokasi lahan relokasi bagi lebih dari 160 keluarga dari Desa Thu Phap dan Ngo Thon pada sore 17 Mei. Pengundian ini berkaitan dengan pengambilalihan lahan untuk proyek Bandara Internasional Gia Binh.

Dalam kegiatan tersebut, Desa Ngo Thon mencatat 82 rumah tangga mengikuti pengundian untuk 183 bidang tanah. Sementara itu, Desa Thu Phap memiliki 81 rumah tangga peserta untuk 123 bidang tanah di kawasan relokasi. Proses pengundian dilakukan dalam dua tahap, yakni pengundian nomor urut dan pengundian lokasi bidang tanah relokasi, kemudian dilanjutkan dengan pengundian bidang tanah yang dialokasikan beserta biaya penggunaan lahan.

Pemerintah setempat menekankan pelaksanaan yang terbuka, transparan, dan sesuai ketentuan, dengan pengawasan aparat pelaksana serta perwakilan masyarakat. Langkah ini disebut untuk memastikan hak-hak rumah tangga yang terdampak relokasi.

Sebelumnya, sejak pagi 16 Mei, warga berkumpul di pusat kebudayaan Desa My Thon untuk menyelesaikan prosedur keikutsertaan dalam pengundian lahan relokasi serta menerima lahan dengan biaya penggunaan lahan yang dikumpulkan dari negara untuk pelaksanaan proyek bandara. Pada tahap pertama di My Thon, pengundian melibatkan 213 rumah tangga dan individu. Pelaksanaan disebut dilakukan secara ketat, dengan pembatasan akses hanya bagi warga yang memiliki undangan, dokumen lengkap, dan kartu identitas.

Salah satu warga My Thon, Nguyen Van Tu (67), mengaku senang setelah mengetahui lahan relokasi yang diperolehnya merupakan lahan sudut seluas 109 meter persegi. Ia mengatakan keluarganya segera mendaftar begitu pemerintah desa mengumumkan pengundian karena menilai prosesnya terbuka, adil, dan demokratis, serta dilaksanakan pada akhir pekan sehingga memudahkan warga. Ia juga berharap kawasan relokasi segera rampung agar warga dapat segera pindah dan menyerahkan lahan untuk proyek.

Antusiasme warga juga disebut terasa di empat desa—Luong Phap, My Thon, Thu Phap, dan Ngo Thon—yang terlibat dalam program relokasi. Sejumlah rumah tangga berharap percepatan pembangunan kawasan relokasi disertai fasilitas pendukung seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan agar kehidupan dapat segera stabil.

Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Bac Ninh, Pham Van Thinh, yang meninjau dan menyaksikan proses pengundian, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan tingkat konsensus warga dalam pelaksanaan kebijakan pembebasan lahan dan relokasi. Ia meminta pemerintah daerah menjalankan proses secara ketat, memastikan keterbukaan dan kepatuhan pada peraturan untuk menjaga ketenangan dan kepercayaan masyarakat.

Pham Van Thinh juga menyatakan dukungan warga terlihat kuat sepanjang proses pembebasan lahan, termasuk relokasi sekitar 12.000 makam yang disebut berlangsung dalam waktu singkat. Ia menambahkan, sesuai komitmen pemerintah provinsi, lahan relokasi ditargetkan diserahkan kepada keluarga pada 15 Juli. Namun, pemerintah provinsi mendorong investor agar dapat menyerahkan lahan relokasi pertama pada Juni sehingga masyarakat dapat lebih cepat menempati hunian permanen.

Ketua Komite Rakyat Komune Gia Binh, Luong Trung Hau, mengatakan hingga 16 Mei terdapat lebih dari 1.320 rumah tangga di empat desa yang telah mendaftar untuk mengikuti pengundian lahan relokasi, atau lebih dari 90%. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan konsensus, tanggung jawab, dan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pelaksanaan proyek bandara.

Pemerintah komune membuka pendaftaran pengundian hingga 21 Mei. Setelah batas waktu itu, rumah tangga yang tidak mendaftar akan menerima kompensasi berupa uang dan tidak dialokasikan lahan perumahan sebagaimana ketentuan yang ditetapkan.

Sesuai rencana, komune Gia Binh akan menggelar pengundian kedua pada 19–20 Mei, sedangkan pengundian ketiga dan terakhir dijadwalkan pada 22–23 Mei 2026. Pemerintah setempat menilai tingginya partisipasi warga dalam pengundian tidak hanya melindungi hak-hak sah rumah tangga, tetapi juga membantu mempercepat pembebasan lahan demi mendukung pelaksanaan proyek Bandara Internasional Gia Binh sesuai jadwal.