Pengamat: Warganet Perlu Cek Fakta dan Hindari “Instant Judgment” Saat Menilai Kasus Viral

Pengamat: Warganet Perlu Cek Fakta dan Hindari “Instant Judgment” Saat Menilai Kasus Viral

Fenomena masyarakat yang tidak netral dalam menilai konflik figur publik dari tontonan media sosial kian marak di era digital. Berbagai informasi viral yang beredar di platform digital kerap dikonsumsi tanpa verifikasi, sehingga memicu penilaian cepat terhadap suatu perkara.

Pengamat Komunikasi Agustina Widyawati menilai kondisi ini sebagai dampak budaya “instant judgment” yang berkembang melalui platform digital. Menurutnya, publik saat ini cenderung membentuk kesimpulan berdasarkan narasi emosional yang viral, alih-alih memahami proses hukum secara menyeluruh.

“Padahal kita sering cuma lihat sebagian kecil dari sebuah persoalan. Apalagi kalau kasusnya menyangkut figur publik, emosi publik biasanya jauh lebih kuat dibanding keinginan untuk mencari fakta secara utuh,” ujar Widya, Senin (11/05).

Fenomena tersebut kembali menjadi perhatian setelah polemik lama antara musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Isu dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah mencuat dalam konflik rumah tangga keduanya kembali memicu perdebatan publik.

Perbincangan itu menguat setelah beredarnya dokumen penghentian penyidikan atau SP3 dari kepolisian terkait laporan yang pernah diajukan Maia. Dalam dokumen tersebut, penyidik menghentikan proses hukum karena dinilai tidak terdapat cukup bukti untuk melanjutkan perkara.