Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Laboratorium Politik (Labpolhum) MHZ Centre, Muhammad Haris Zulkarnain, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengevaluasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih. Desakan itu disampaikan menyusul turunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo.
Dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 2 Agustus 2026, Haris menilai Presiden perlu merombak jajaran kabinet karena kinerja menteri dan wakil menteri disebut stagnan serta lebih banyak memunculkan kontroversi dan sorotan negatif dibanding capaian yang dirasakan masyarakat.
Haris mengatakan dampak yang paling terasa, menurutnya, berada di sektor ekonomi, penegakan hukum, politik, hingga lingkungan. Ia menilai langkah evaluasi dan perombakan perlu dilakukan untuk menjawab keraguan masyarakat dan memberi dampak nyata bagi kehidupan publik.
Ia juga menyarankan agar Prabowo mempertimbangkan figur profesional untuk mengisi posisi menteri dan wakil menteri, termasuk dari kalangan guru besar, pakar, praktisi, maupun teknokrat yang dinilai ahli di bidangnya. Menurut Haris, pilihan tersebut dapat mendongkrak kerja dan kinerja Kabinet Merah Putih.
Jika Presiden tetap mengambil figur dari partai politik, Haris meminta agar yang dipilih adalah mereka yang memiliki keahlian memadai sesuai bidangnya. Ia turut menyinggung ukuran kabinet yang disebutnya “super-gemuk” sehingga memerlukan operasional dan pembiayaan dari APBN yang cukup besar.
Sebelumnya, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menurun hingga Juli 2026. Dalam survei tersebut, 51,1% responden menyatakan sangat atau cukup puas terhadap kinerja Prabowo, sementara 46,9% menyatakan kurang atau tidak puas. Adapun 2,1% responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. Survei itu melibatkan 749 orang.
Angka tersebut menurun dibandingkan hasil pada November 2025, ketika tingkat kepuasan publik berada di kisaran 81,2%. Disebutkan pula beberapa faktor yang memengaruhi penurunan penilaian publik, antara lain kondisi ekonomi, politik, serta penegakan hukum berdasarkan persepsi masyarakat.
Meski demikian, Haris menilai Presiden tidak perlu khawatir apabila kinerja Kabinet Merah Putih membaik dan berdampak, karena respons publik akan ikut meningkat. Ia juga menyoroti bahwa pada era digital saat ini, respons dan tingkat kepercayaan publik dapat dilihat dari interaksi masyarakat di media sosial dalam menanggapi berbagai isu terkini.