Pemuda Desa Pekaka Minta Transparansi Terkait Polemik Lahan Sagu dan Aktivitas PT CSA

Pemuda Desa Pekaka Minta Transparansi Terkait Polemik Lahan Sagu dan Aktivitas PT CSA

Lingga — Polemik dugaan penyerobotan lahan sagu milik warga di Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, masih berlanjut pada Jumat (03/04). Setelah pihak perusahaan menyampaikan klarifikasi, sejumlah pemuda desa kini menyampaikan sikap serta harapan mereka kepada pemerintah desa dan perusahaan.

Direktur Umum Regional CAA Grup yang menaungi PT Citra Sugi Aditya (CSA), Guarman, sebelumnya menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan unsur kesengajaan. Menanggapi hal itu, seorang pemuda Desa Pekaka yang enggan disebutkan namanya meminta agar seluruh proses terkait aktivitas perusahaan dilakukan secara terbuka kepada masyarakat.

“Kami para pemuda berharap kepada Pemerintah Desa Pekaka agar transparan dan terbuka terkait apa pun yang berhubungan dengan PT CSA, baik kepada pemuda maupun seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pemerintah desa perlu memastikan kehadiran perusahaan tidak merugikan warga, terutama terkait potensi konflik lahan. “Desa harus memastikan bahwa kehadiran perusahaan tidak menimbulkan konflik lahan dan tidak merugikan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, lahan sagu memiliki nilai historis dan ekonomi yang penting bagi masyarakat setempat. Ia menyebut sagu telah menjadi sumber kehidupan warga sejak masa nenek moyang, termasuk untuk membiayai pendidikan anak-anak.

“Kampung ini masih bertuan. Dari zaman nenek moyang, sagu menjadi sumber utama orang tua kami untuk menyekolahkan anak-anak hingga bisa berhasil seperti sekarang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pihak perusahaan, khususnya petugas di lapangan, agar tidak melakukan pembukaan lahan tanpa koordinasi dengan masyarakat. “Kami minta pihak perusahaan tidak asal menggusur lahan sagu milik warga. Harus ada koordinasi terlebih dahulu terkait lokasi yang akan digarap,” ujarnya.

Di sisi lain, pemuda Desa Pekaka menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lingga yang telah turun langsung ke lapangan untuk menangani persoalan tersebut. “Kami berterima kasih kepada Pemkab Lingga, khususnya Bupati dan OPD terkait yang telah turun langsung dan membantu menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Polemik lahan sagu di Pekaka diharapkan dapat diselesaikan secara adil dan transparan, sehingga investasi tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.