Pemprov Sumsel Siap Sinkronkan Tata Ruang untuk Percepat Tol ke Pelabuhan Tanjung Carat

Pemprov Sumsel Siap Sinkronkan Tata Ruang untuk Percepat Tol ke Pelabuhan Tanjung Carat

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan komitmennya untuk mendukung sinkronisasi tata ruang guna mempercepat pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin. Proyek ini disebut menjadi bagian dari strategi penguatan konektivitas dan logistik di daerah.

Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra, dalam keterangan tertulis pada Kamis, mengatakan pemerintah provinsi siap memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek tersebut. Menurutnya, dukungan itu mencakup sinkronisasi tata ruang, penyesuaian regulasi daerah, koordinasi lintas kabupaten/kota, serta upaya mengatasi hambatan di lapangan.

Edward menyampaikan Pelabuhan Tanjung Carat dinilai strategis sebagai gerbang logistik utama Sumatera Selatan dan simpul konektivitas ekspor-impor regional. Ia menambahkan bahwa integrasi pelabuhan dengan jaringan jalan tol diharapkan dapat memangkas biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, dan memperkuat daya saing investasi daerah.

Pemerintah juga menargetkan dampak ekonomi yang lebih luas dari proyek ini, mulai dari peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja baru, pertumbuhan kawasan industri, hingga mendorong hilirisasi komoditas unggulan Sumatera Selatan.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menyebut proyek tersebut merupakan pengembangan lanjutan backbone Jalan Tol Trans Sumatera. Ia menjelaskan akan dibangun jalan tol interkoneksi dari pintu Tol Betung menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Carat sepanjang sekitar 80 kilometer.

Selain itu, ruas Palembang–Prabumulih juga direncanakan diperpanjang sekitar 37 kilometer hingga Muara Enim untuk mendukung akses menuju kawasan sumber daya alam dan distribusi komoditas. Total investasi pembangunan tol ini diperkirakan mencapai Rp26 triliun.

Proyek jalan tol dan pelabuhan tersebut akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dengan konstruksi jalan tol dikerjakan oleh PT Hutama Karya.