Pemprov Dien Bien Matangkan Rencana Tata Ruang Perkotaan Dien Bien Phu–Muong Thanh hingga 2050

Pemprov Dien Bien Matangkan Rencana Tata Ruang Perkotaan Dien Bien Phu–Muong Thanh hingga 2050

Komite Rakyat Provinsi Dien Bien menggelar rapat pada sore 29 Mei untuk menyelesaikan pokok-pokok Proyek Perencanaan Kota Umum bagi wilayah antar-kelurahan Dien Bien Phu–Muong Thanh. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan arah pengembangan perkotaan hingga tahun 2050.

Berdasarkan laporan unit konsultan, cakupan perencanaan mencakup seluruh batas administratif Kelurahan Dien Bien Phu dan Kelurahan Muong Thanh, dengan luas sekitar 84,55 km² dan jumlah penduduk saat ini sekitar 74.772 jiwa. Proyeksi penduduk perkotaan ditargetkan mencapai sekitar 100.000 jiwa pada 2035 dan sekitar 150.000 jiwa pada 2050. Sementara itu, total luas lahan konstruksi perkotaan diperkirakan sekitar 3.100 hektar pada 2035 dan sekitar 4.200 hektar pada 2050.

Orientasi perencanaan menempatkan kawasan perkotaan Dien Bien Phu–Muong Thanh sebagai kota wisata sejarah dan budaya berskala nasional, sekaligus pusat perdagangan, jasa, wisata resor, dan logistik utama di wilayah Barat Laut. Kawasan ini juga diarahkan tetap menjadi pusat politik, administrasi, ekonomi, dan budaya Provinsi Dien Bien, dengan peran penting dalam pertahanan dan keamanan nasional serta pertukaran ekonomi luar negeri dengan Laos Utara, Tiongkok Selatan, Thailand, dan Myanmar.

Proyek perencanaan menekankan pembangunan perkotaan yang bertumpu pada pelestarian dan promosi nilai-nilai Situs Sejarah Khusus Nasional Medan Perang Dien Bien Phu, pelestarian lanskap ekologis dan budaya lokal, serta pembangunan yang selaras antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan mempertimbangkan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Dalam rancangan tersebut, pengembangan kawasan diarahkan mengikuti model “satu inti pusat bersejarah – dua zona pengembangan perkotaan – satu zona perlindungan ekologi”. Kawasan pusat bersejarah yang telah ada diposisikan sebagai inti pembentuk identitas sejarah dan budaya. Ruang pengembangan juga direncanakan meluas ke arah timur, tenggara, dan sebagian utara untuk memanfaatkan poros dinamis serta sistem transportasi nasional dan internasional.

Secara rinci, wilayah perkotaan dibagi menjadi empat zona pengembangan, yakni kawasan perkotaan pusat bersejarah; kawasan perkotaan campuran baru di timur; kawasan perkotaan jasa di selatan; serta zona perlindungan lanskap ekologis.

Menurut penilaian konsultan, rancangan ini pada dasarnya telah menjaga konsistensi dan keselarasan dengan perencanaan nasional, regional, dan provinsi periode 2021–2030 dengan visi hingga 2050, serta memenuhi persyaratan kajian sesuai tugas perencanaan yang telah disetujui Komite Rakyat Provinsi Dien Bien.

Dalam rapat tersebut, para delegasi menyampaikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan dokumen. Di antaranya, perlunya penegasan identitas budaya lokal dan ruang budaya tradisional, peninjauan kembali alokasi lahan untuk pembangunan beberapa sekolah, serta penyesuaian dan pelengkapan sejumlah lampiran agar lebih sesuai dengan kondisi setempat. Delegasi juga meminta konsultan memperjelas dasar pembagian wilayah menjadi empat zona pengembangan guna menjamin rasionalitas, prinsip ilmiah, dan keselarasan dengan orientasi pembangunan jangka panjang.

Menutup rapat, Ketua Komite Rakyat Provinsi Dien Bien Le Van Luong meminta unit konsultan dan instansi terkait melanjutkan peninjauan serta penilaian menyeluruh terhadap kondisi terkini, termasuk mengklarifikasi kekuatan dan kelemahan masing-masing kelurahan. Ia juga menekankan perlunya analisis arah pengembangan tiap sektor dan bidang untuk mengidentifikasi potensi, keunggulan, serta keterbatasan yang perlu ditangani.

Selain itu, Departemen Konstruksi ditugaskan berkoordinasi erat dengan unit konsultan untuk menilai secara komprehensif keunggulan kawasan—seperti transportasi, populasi, budaya, dan lanskap—serta mengidentifikasi secara jelas “hambatan” yang perlu diprioritaskan untuk diatasi demi mendorong momentum pembangunan perkotaan.

Le Van Luong juga meminta departemen dan instansi terkait terus menyampaikan masukan tambahan kepada Departemen Konstruksi sebelum pagi 1 Juni, sebagai bahan penyusunan dan penyelesaian Proyek Perencanaan Tata Ruang Kota Umum wilayah antar-kelurahan Dien Bien Phu–Muong Thanh hingga tahun 2050.