Pemerintah Kota Probolinggo menggelar PPID Award 2026 sekaligus meluncurkan Super App B-Link sebagai upaya memperkuat transparansi informasi dan transformasi digital layanan publik. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo itu berlangsung di Paseban Sena, Kamis (16/7/2026), dan dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama jajaran pemerintah daerah serta Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur.
PPID Award 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada badan publik yang dinilai berhasil menerapkan keterbukaan informasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Sementara itu, peluncuran Super App B-Link disebut sebagai langkah strategis untuk menghadirkan layanan publik digital yang terintegrasi, cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Ellys Yusmawati, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Danramil 0820-01/Probolinggo Kapt. ARH Ari Bonanto, Kapolsek Mayangan Kompol Heri Sugiono, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo Herdiawan Prayudhi, seluruh camat, Bank Jatim, insan pers, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum acara dimulai, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim oleh Wali Kota Probolinggo.
Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti menjelaskan tema PPID Award tahun ini, yakni “Menuju Keterbukaan Informasi yang Transparan dan Akuntabel.” Ia menekankan keterbukaan informasi sebagai fondasi penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.
Lucia juga menyampaikan capaian Kota Probolinggo pada 2025 yang meraih nilai 97,60 dan masuk delapan besar terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur dalam kategori keterbukaan informasi publik. Pada tahun ini, Diskominfo menargetkan capaian yang lebih tinggi.
Menurut Lucia, sebanyak 75 badan publik mengikuti proses penilaian PPID Award melalui sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan pedoman, pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ), verifikasi lapangan, wawancara, hingga penilaian akhir.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur Ellys Yusmawati mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Ia menilai predikat informatif yang diraih tidak hanya menunjukkan transparansi pemerintahan, tetapi juga mencerminkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Nilai yang diraih Kota Probolinggo sudah sangat tinggi. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun budaya keterbukaan informasi. Yang terpenting sekarang adalah mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Ellys.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan bahwa Super App B-Link akan menjadi pusat layanan digital terpadu yang terus dikembangkan agar mampu menghadirkan pelayanan publik secara real time. Ia menyebut masyarakat nantinya cukup menggunakan satu aplikasi untuk mengakses berbagai layanan pemerintahan, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, pendapatan daerah, hingga informasi seluruh OPD.
Usai acara utama, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers. Dalam kesempatan itu, dr. Aminuddin menegaskan B-Link akan terus dikembangkan menjadi pusat informasi pemerintahan yang dapat diakses selama 24 jam.
“Ke depan B-Link akan terus berkembang. Semua informasi pemerintahan akan terhubung dalam satu sistem sehingga masyarakat maupun teman-teman wartawan dapat mengetahui berbagai informasi secara real time. Mulai kegiatan pemerintah, capaian pembangunan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan hingga berbagai data penting lainnya akan tersedia dalam satu aplikasi,” ujar dr. Aminuddin.
Ia menambahkan, integrasi data antarlembaga diharapkan mendukung pengambilan keputusan pemerintah secara lebih cepat. Pemerintah Kota Probolinggo juga disebut tengah memperkuat pengawasan berbasis teknologi melalui pemasangan sekitar 300 unit CCTV pada 2026 yang akan ditambah secara bertahap serta diintegrasikan dengan berbagai instansi terkait. Selain itu, pemerintah menyatakan memberi perhatian pada keamanan digital agar data dan informasi dalam sistem terlindungi dari penyalahgunaan.
Sementara itu, Lucia menjelaskan B-Link tidak hanya memuat layanan pemerintahan, tetapi juga menyediakan informasi hotel, destinasi wisata, kuliner, hingga berbagai layanan publik lain yang dapat diakses melalui Play Store. Salah satu fitur yang disorot adalah layanan penilaian kepuasan masyarakat, di mana pengguna dapat memberi rating satu hingga lima bintang terhadap kualitas pelayanan yang diterima.
“Setiap penilaian masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi perangkat daerah. Jika ada layanan yang mendapat nilai rendah, masyarakat dapat memberikan saran dan masukan sehingga kualitas pelayanan dapat terus diperbaiki,” kata Lucia.
Ia menambahkan, berbagai aplikasi layanan digital yang sebelumnya berdiri sendiri kini diintegrasikan dalam satu pintu melalui Super App B-Link sehingga masyarakat dapat mengakses layanan pemerintah dalam satu platform.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kota Probolinggo menyerahkan penghargaan kepada badan publik dengan kategori Informatif dan Nilai Informatif Tertinggi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama penerima penghargaan, jajaran pemerintah daerah, Komisi Informasi Provinsi Jawa Timur, serta tamu undangan.