Kabupaten Jember menyiapkan diri untuk menyambut lonjakan wisatawan pada musim libur Lebaran 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengusung konsep wisata terintegrasi, dengan memastikan kesiapan infrastruktur serta menghadirkan paket destinasi yang memadukan petualangan, edukasi, hingga penguatan layanan bagi wisatawan, termasuk transparansi harga kuliner di kawasan pesisir.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Jember, Bobby Arie Sandy, menyebut Jember memiliki bentang alam yang beragam. Di wilayah utara, lereng Gunung Argopuro disiapkan sebagai pusat edukasi prasejarah dan ekowisata. Sementara itu, wisatawan yang mencari suasana tenang dapat menikmati aktivitas berkemah di kawasan kebun teh Gunung Gambir.
Untuk pencinta tantangan, Jember memperkenalkan destinasi canyoneering di wilayah Klungkung (Kecamatan Sukorambi) dan Andongrejo (Kecamatan Tempurejo). Aktivitas menuruni air terjun dan menyusuri tebing sungai ini diproyeksikan menjadi daya tarik baru, terutama bagi penggemar olahraga ekstrem.
Jember juga menawarkan pengalaman wisata berbasis industri lokal. Sebagai daerah yang dikenal sebagai “Kota Tembakau”, wisatawan dapat melihat proses pembuatan cerutu handmade di Bin Cigar dengan biaya sekitar Rp100 ribu per orang. Selain itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) menawarkan agrowisata, termasuk inovasi produk turunan cokelat seperti sabun kecantikan berbahan dasar cokelat yang disebut menjadi incaran pengunjung.
Di kawasan selatan, Pantai Watu Ulo dan Tanjung Papuma diperkirakan mengalami lonjakan kunjungan hingga 500 persen. Pemkab Jember menyiapkan langkah untuk menjawab persoalan klasik di kawasan wisata, yakni keluhan terkait harga makanan. Melalui penataan warung dan kerja sama dengan UMKM lokal, pemerintah menerapkan transparansi harga kuliner.
Wisatawan dapat memilih Paket Kuliner Seafood dengan harga pasti, mulai Rp40.000 untuk perorangan dan sekitar Rp180.000 untuk paket rombongan empat orang. Bobby menegaskan langkah ini dilakukan agar pengunjung dapat menikmati hidangan laut segar tanpa kekhawatiran terhadap harga yang tidak wajar.
Untuk wisata keluarga, Jember Mini Zoo disebut hadir dengan pembaruan, termasuk koleksi satwa predator seperti harimau dan singa serta wahana edukatif. Di sisi lain, wisata religi tetap menjadi salah satu andalan, dengan makam ulama seperti Habib Sholeh dan Mbah Shiddiq yang dipastikan tetap menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah.
Mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama libur Lebaran, Kadisporabudpar mengimbau wisatawan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pemkab Jember, menurutnya, telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga BPBD untuk rekayasa lalu lintas dan pengawasan.
“Keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami,” kata Bobby, seraya menyatakan pihaknya ingin memastikan pengunjung memperoleh pengalaman berwisata yang baik di Jember.

