Pemkab Jayapura Luncurkan Pendaftaran Transparansi Paskibraka 2026 Secara Daring

Pemkab Jayapura Luncurkan Pendaftaran Transparansi Paskibraka 2026 Secara Daring

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, meluncurkan pendaftaran transparansi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026. Peluncuran digelar di aula lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Distrik Sentani, Jumat (13/3/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jayapura, Abdul Hamid Toffir, mengatakan pendaftaran tahun ini menggunakan aplikasi transparansi Paskibraka. Ia menyebut, mekanisme pendaftaran yang dilakukan secara daring menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2026 ini semua pendaftaran itu akan dilakukan online. Sehingga itu merupakan tantangan tersendiri bagi generasi muda, tapi bukan berarti kita harus menyerah dengan itu,” kata Abdul Hamid Toffir usai peluncuran.

Menurutnya, pendaftaran transparansi Paskibraka diharapkan dapat memacu generasi muda di Kabupaten Jayapura untuk tetap berpartisipasi dan mengikuti tahapan seleksi.

Kesbangpol menyampaikan seleksi calon Paskibraka dimulai sejak 13 Maret 2026 hingga 17 April 2026. Tim seleksi berasal dari Badan Kesbangpol, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia tingkat provinsi, serta unsur lainnya.

Abdul Hamid Toffir menambahkan, pada 14 Maret 2026 para calon Paskibraka akan diberikan materi bela negara untuk menanamkan rasa cinta terhadap negara, kepedulian terhadap sesama, serta kedisiplinan.

Adapun kualifikasi pendaftar, yakni siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) berusia 16 hingga 18 tahun dan duduk di bangku kelas 10. Selain itu, terdapat persyaratan lain terkait tinggi dan berat badan, kesehatan, serta kesiapan fisik secara umum.

Pendaftaran transparansi ini diprioritaskan bagi siswa-siswi di sekitar Sentani. Namun pada tahapan berikutnya, Kesbangpol membuka kesempatan bagi murid dari Distrik Yapsi, Demta, Nimboran, dan wilayah lainnya untuk terlibat dalam seleksi.

Meski pendaftaran dilakukan secara online, Abdul Hamid Toffir menyebut pelaksanaan proses seleksi akan disesuaikan. Ia mengatakan sistem tetap mengedepankan transparansi berbasis daring, namun memungkinkan adanya fleksibilitas mengikuti kondisi daerah.

Salah satu siswa SMAN 1 Sentani yang hadir dalam peluncuran, Debbye Selviana Nasa, mengatakan kegiatan tersebut membantunya memahami persyaratan dan tahapan seleksi sehingga bisa mempersiapkan diri lebih awal.

“Puji Tuhan berkasnya sudah siap, [untuk] pembukaan seleksi administrasi mulai 13 Maret hingga 10 April 2026. Nanti berkas dikumpulkan [ke Kesbangpol] lalu akan dibantu oleh panitia/admin untuk pendaftaran online,” kata Debbye.