Pemberitaan DPRD Jawa Tengah Juni 2026 Didominasi Sentimen Positif, Isu Demo Mahasiswa dan MBG Jadi Sorotan

Pemberitaan DPRD Jawa Tengah Juni 2026 Didominasi Sentimen Positif, Isu Demo Mahasiswa dan MBG Jadi Sorotan

Pemberitaan mengenai DPRD Jawa Tengah pada periode 1–28 Juni 2026 didominasi narasi positif, dengan fokus pada dukungan terhadap pembangunan daerah, pemberdayaan UMKM, serta fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi publik. Monitoring terhadap 1.203 artikel mencatat 95% pemberitaan berasal dari media online, sementara komposisi sentimen menunjukkan 75% bernada positif, 9% netral, dan 16% negatif.

Isu-isu positif terutama menyoroti dukungan DPRD terhadap perbaikan infrastruktur jalan, penguatan akses permodalan bagi pelaku UMKM, serta berbagai agenda pembangunan daerah. Dalam periode yang sama, sejumlah isu negatif tetap muncul, terutama terkait demonstrasi mahasiswa serta pemberitaan bantahan atas dugaan keterlibatan Ketua DPRD Jawa Tengah dalam kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, pemberitaan bernada positif masih menjadi arus utama.

Dari sisi figur yang paling banyak disorot, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tercatat disebut 22 kali, disusul penyebutan “Luthfi” sebanyak 11 kali, serta Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh sebanyak 10 kali. Tingginya eksposur tokoh-tokoh tersebut menunjukkan perhatian media terhadap kebijakan pemerintah daerah dan peran DPRD dalam mengawal program pembangunan.

Tren pemberitaan selama empat pekan pemantauan memperlihatkan beberapa momen puncak. Pada 8 Juni, jumlah artikel mencapai 139, dipicu sorotan DPRD Jawa Tengah terhadap kasus kekerasan seksual di sebuah padepokan di Demak. Pemberitaan terkait isu sensitif ini cenderung bernada positif karena menekankan respons dan pengawasan DPRD.

Pada 12 Juni, perhatian media beralih pada bantahan Ketua DPRD Jawa Tengah terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi program MBG. Isu ini menghasilkan 70 artikel dengan dominasi sentimen positif yang mencerminkan fokus pada klarifikasi dan pernyataan resmi.

Tren negatif menguat pada 15 Juni ketika aksi demonstrasi mahasiswa di Semarang menuntut evaluasi program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi sorotan. Sebanyak 68 artikel pada hari tersebut didominasi sentimen negatif karena menonjolkan kritik dan tuntutan publik.

Namun, pada 17 Juni, pemberitaan kembali didominasi sentimen positif melalui pembahasan regulasi perlindungan pekerja informal yang disiapkan Pemerintah Provinsi bersama DPRD Jawa Tengah. Isu ini memunculkan 101 artikel dan memperlihatkan perhatian DPRD pada agenda perlindungan tenaga kerja. Selanjutnya pada 23 Juni, ajakan Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto kepada masyarakat untuk menanam pohon melalui Gerakan Merawat Pertiwi juga menguatkan citra positif, dengan 66 artikel bernada positif.

Salah satu isu positif yang menonjol adalah apresiasi terhadap percepatan perbaikan jalan. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong peningkatan kualitas jalan di wilayah Pantura Barat untuk memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan itu, Gubernur Ahmad Luthfi meminta agar pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD diprioritaskan untuk percepatan penanganan jalan rusak melalui APBD Perubahan 2026.

Di sisi lain, rangkaian demonstrasi mahasiswa di Semarang menjadi salah satu isu yang berkontribusi besar terhadap sentimen negatif. Ratusan mahasiswa PMII Jawa Tengah menggelar aksi di depan Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan tuntutan evaluasi program MBG, penolakan penyempitan ruang sipil, serta kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Sejumlah aksi lain juga mengangkat isu kenaikan harga BBM, KDMP, dan respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

Isu positif lain yang turut menguat adalah dorongan kemudahan akses permodalan bagi UMKM. Mohammad Saleh mendorong penguatan akses pembiayaan bagi lebih dari empat juta pelaku UMKM di Jawa Tengah, termasuk melalui sinergi pemerintah daerah dan perbankan dalam penyediaan skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah.

Dalam profil pemberitaan, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto tercatat menjadi salah satu tokoh yang paling banyak disorot dengan total 133 artikel. Pemberitaan tentang Sumanto didominasi media online (123 artikel) dan media cetak (10 artikel). Komposisi sentimen mencatat 58% positif, 1% netral, dan 41% negatif.

Pemberitaan positif tentang Sumanto banyak mengangkat perannya dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi pertanian, pariwisata, dan ekonomi desa, termasuk kegiatan di Kabupaten Karanganyar. Ia juga disorot melalui kampanye penghijauan Merawat Pertiwi serta dukungan terhadap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan Tenaga Kerja, dengan penekanan pada perlindungan pekerja informal.

Sementara itu, sentimen negatif terhadap Sumanto terutama dipicu pemberitaan dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi program MBG. Dalam berbagai pemberitaan, Sumanto membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak memiliki hubungan maupun mengenal mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Adapun profil pemberitaan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah muncul dalam 429 artikel, terdiri dari 411 artikel media online dan 9 artikel media cetak. Seluruh pemberitaan terhadap para Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah disebut didominasi sentimen positif (100%), dengan sorotan pada agenda pembangunan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.

Mohammad Saleh menjadi figur yang paling banyak mendapat sorotan di antara para wakil ketua, antara lain terkait dorongan perbaikan jalan Pantura Barat, pendampingan peresmian program listrik desa di Kabupaten Purworejo, serta perhatian terhadap penyelesaian status 1.814 guru honorer di Jawa Tengah. Wakil Ketua lainnya, Sarif Abdillah, turut disorot melalui dukungan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Pantura Barat. Setya Arinugroho mendapat eksposur positif melalui dukungan pengembangan pariwisata berbasis kolaborasi antar desa, termasuk kegiatan Gebyar Wikabalung 2026 di Banyumas. Sementara Heri Pudyatmoko juga diberitakan melalui aktivitas kedewanan.

Dalam perbandingan regional, DPRD Jawa Tengah dinilai memiliki proporsi sentimen positif yang lebih tinggi dibanding DPRD provinsi lain yang dipantau. DPRD Jawa Barat tercatat memperoleh 2.588 artikel dengan komposisi 23% positif, 43% netral, dan 34% negatif, dengan isu dominan aksi demonstrasi mahasiswa serta persoalan pemadaman listrik. DPRD Jawa Timur memperoleh 1.819 artikel dengan 30% positif, 39% netral, dan 31% negatif, antara lain terkait opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan sorotan terhadap anggaran yang belum terserap.

Secara keseluruhan, narasi media selama periode pemantauan menempatkan DPRD Jawa Tengah sebagai lembaga yang aktif mendukung pembangunan, memperkuat ekonomi masyarakat melalui UMKM, serta menjadi ruang penyampaian aspirasi publik. Namun, isu demonstrasi mahasiswa dan pemberitaan dugaan keterlibatan dalam kasus MBG tetap menjadi area risiko yang memerlukan perhatian dalam komunikasi publik dan respons kelembagaan.