Pembalap Haas Puji Keterbukaan Ferrari dalam Berbagi Informasi Power Unit untuk Tim Pelanggan

Pembalap Haas Puji Keterbukaan Ferrari dalam Berbagi Informasi Power Unit untuk Tim Pelanggan

Transparansi Ferrari dalam membagikan informasi terkait power unit kepada tim pelanggan Formula 1 mendapat pujian dari pembalap Haas, Ollie Bearman. Ia menilai Ferrari terbuka dan membantu timnya, terutama dalam hal strategi deployment energi serta pemberian data yang dibutuhkan untuk mendukung performa di lintasan.

Pernyataan Bearman muncul di tengah pertanyaan mengenai bagaimana Mercedes memperlakukan tim pelanggan mereka. Isu ini menguat setelah McLaren dan Williams mengaku terkejut dengan besarnya jarak performa dibanding tim pabrikan Mercedes.

Mercedes tampil dominan pada Grand Prix Australia sebagai seri pembuka musim. George Russell finis di depan rekan setimnya, Andrea Kimi Antonelli, sementara juara dunia bertahan Lando Norris tertinggal jauh 51 detik dan finis di posisi kelima.

Seusai balapan, Team Principal McLaren Andrea Stella menyampaikan ketidakpuasan terkait minimnya “informasi” yang diterima dari Mercedes Power Unit 2026. Komentar tersebut kemudian digaungkan oleh bos Williams, James Vowles, yang mengajukan pertanyaan serupa mengenai dukungan informasi dari Mercedes.

Berbeda dengan situasi itu, Bearman menyebut tim pelanggan Ferrari—Haas dan Cadillac—tidak mengalami kendala serupa. “Harus saya katakan bahwa Ferrari sangat terbuka dan sangat membantu kami dalam hal strategi deployment dan memberi kami informasi sebanyak mungkin untuk membantu kami. Saya pikir situasinya berbeda dengan Ferrari dibandingkan dengan McLaren dan Mercedes,” kata Bearman.

Meski demikian, Bearman mengakui masih ada perbedaan performa yang signifikan antara Haas dan Ferrari. Ia menggambarkan jarak tersebut seolah Ferrari “hampir satu sesi lebih maju” dalam kualifikasi, bahkan mencatat waktu FP3 yang mendekati catatan kualifikasi Haas.

Menurut Bearman, seiring meningkatnya kecepatan putaran, kebutuhan energi berubah drastis sehingga banyak aspek harus diantisipasi, mulai dari lift-and-coast, pemilihan gigi, hingga cara melewati tikungan. Ia menjelaskan bahwa tikungan yang bisa dilalui Ferrari dengan kecepatan penuh atau sedikit akselerasi, bagi Haas bisa menuntut pengereman atau penurunan gigi, sehingga tim perlu menyesuaikan pendekatan mereka sendiri.

Bearman juga mengatakan Haas sempat mencari solusi sambil balapan di Australia. Setelah melewati akhir pekan tersebut, timnya mengantongi beberapa poin evaluasi, termasuk perkiraan area tikungan yang akan membuat mereka lebih lambat dan konsekuensi lanjutan dari kecepatan apex yang lebih rendah.

Ketika ditanya apakah Haas memahami sumber selisih waktu dengan Ferrari dan bisa beradaptasi, Bearman menjawab optimistis. Ia mencontohkan Tikungan 5 di Australia, di mana Ferrari sudah terlihat cepat sejak awal berdasarkan data GPS, sementara Haas baru menemukan kecepatan di akhir FP2 atau bahkan FP3.

Bearman menambahkan, dari sisi strategi, tim perlu mengubah cara pendekatan terhadap beberapa bagian trek. Ia menyebut kelompok teknik Haas kini dapat mengidentifikasi tikungan-tikungan yang diperkirakan memunculkan perbedaan performa, lalu menerapkannya untuk balapan berikutnya. “Informasi itu bagus untuk dimiliki,” ujarnya.