Pantun Politik Bossman Mardigu Menyindir Fenomena Pejabat Mendadak Merakyat Jelang Pilpres 2024

Pantun Politik Bossman Mardigu Menyindir Fenomena Pejabat Mendadak Merakyat Jelang Pilpres 2024

Menjelang tahun politik, sejumlah politisi mulai meningkatkan aktivitas dan tampil lebih dekat dengan masyarakat. Fenomena ini kerap terlihat ketika pemilu semakin dekat, saat para pejabat dan tokoh politik gencar turun ke lapangan untuk menyampaikan gagasan serta meraih dukungan publik.

Dalam dinamika menuju Pemilu 2024, persaingan antartokoh yang disebut siap berlaga juga diwarnai saling sindir, klaim popularitas, hingga munculnya survei yang dibuat untuk membentuk opini. Situasi tersebut menjadi bagian dari wajah politik yang ramai diperbincangkan.

Pilpres 2024 turut mendapat sorotan dari Bossman Mardigu. Melalui sebuah pantun yang beredar di media sosial, ia menyampaikan pandangannya terkait fenomena calon dan pejabat yang dinilai tiba-tiba tampil merakyat menjelang pemilu.

Pantun tersebut dikutip dari unggahan Facebook pada Jumat, 26 Mei 2024, dengan judul “Pantun Politik Jaman Now”. Berikut isi pantunnya:

Orang ke hulu membeli pukat
Minum obat bacakan ayat
Kalau pemilu sudah dekat
Para pejabat menjadi merakyat

Ambil ketupat di kampung Damai
Di tengah sawah si buah cermai
Agar dapat dukungan ramai
Turun ke sawah nyebur ke sungai

Pergi ke hulu membeli Tilam
Tiba di hulu berjumpa bayi
Waktu dulu membenci Islam
Dekat pemilu samperin Kyai

Penjual Soto pendekar silat
Kaki dilipat membaca ayat
Beredar foto pejabat sholat
Supaya dapat simpati rakyat

Melalui rangkaian pantun tersebut, Bossman Mardigu menyoroti perubahan sikap sebagian pejabat dan tokoh politik yang dinilai lebih aktif menunjukkan kedekatan dengan rakyat serta menampilkan simbol-simbol religius saat momentum pemilu mendekat.