BANDUNG—Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jawa Barat menjadi agenda penting untuk menentukan arah kekuatan politik partai menjelang Pemilu 2029. Pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi ini dinilai strategis karena Jawa Barat merupakan wilayah dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.
Pembukaan Musda yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus Marham. Dalam kesempatan itu, Idrus menyampaikan amanat dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia agar ketua terpilih mampu melampaui capaian TB Ace Hasan Syadzily, yang disebut berhasil meningkatkan performa partai pada Pemilu 2024.
Musda kali ini menyoroti persaingan dua figur, Ahmad Hidayat dan Daniel Mutaqien Syafiuddin. Kontestasi tersebut dipandang sebagai ujian soliditas kader dalam menjaga arah politik partai sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk membesarkan Golkar.
Idrus menekankan bahwa Musda ke-XI tidak sekadar memilih ketua baru, melainkan momentum membangun komitmen kolektif untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif. “Ketua umum berharap kursi legislatif terus bertambah. Maka, Musda ke-XI ini bukan sekadar urusan pergantian ketua, melainkan momentum membangun komitmen kolektif membesarkan Partai Golkar,” ujar Idrus saat menghadiri pembukaan Musda, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas, dengan konsistensi pada program kerakyatan sebagai kunci untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2029 di semua tingkatan. Menurut Idrus, Jawa Barat merupakan miniatur politik Indonesia sehingga hasil politik di daerah ini berpengaruh pada peta politik nasional.
Dalam pesannya kepada kader, Idrus mengingatkan agar Golkar diposisikan sebagai “rumah bersama” untuk mencegah fragmentasi internal. Ia menekankan bahwa siapa pun yang terpilih harus mengedepankan paradigma membesarkan partai, bukan menguasainya. “Siapa pun yang terpilih harus mengembangkan paradigma membesarkan Golkar, bukan menguasai Golkar. Membesarkan partai berarti menyatukan seluruh potensi menjadi kekuatan total untuk merawat kepentingan rakyat,” katanya.
Sementara itu, TB Ace Hasan Syadzily memastikan tidak akan mencalonkan diri kembali sebagai Ketua Golkar Jawa Barat. Ia menyatakan akan fokus menjalankan amanah baru di jajaran DPP Partai Golkar serta tugas negara sebagai Gubernur Lemhannas.
Ace menilai pergantian kepemimpinan merupakan dinamika yang lumrah dan sehat dalam tubuh Golkar. Ia juga menyatakan proses pemilihan penggantinya akan berjalan demokratis sesuai mekanisme rapat-rapat Musda. “Dinamika di tubuh Golkar itu hal biasa. Kami menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan Ketua Golkar Jawa Barat yang baru kepada forum Musda ini,” pungkas Ace.

