Pakar Perencana Perkotaan Hendricus Andy Simarmata menilai persoalan ruang terbuka hijau (RTH) sudah lama menjadi tantangan besar di Jakarta. Ia memperkirakan total RTH di Jakarta saat ini baru mencapai sekitar 6 persen dari total luas wilayah.
Menurut Andy, minimnya RTH antara lain dipengaruhi belum adanya kebijakan ekstrem terkait tata ruang dan kepemilikan lahan, yang sebagian besar dikuasai pihak swasta maupun individu. Ia menyebut pemilik tanah cenderung memilih memanfaatkan lahan kosong untuk dibangun karena nilai ekonominya, ketimbang dijadikan taman.
Untuk menyiasati keterbatasan RTH, Andy mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan lahan yang sudah ada. Salah satu langkah yang ia usulkan ialah menghubungkan taman-taman agar saling terkoneksi sehingga membentuk koridor hijau.
Selain itu, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia tersebut mengusulkan pembangunan green pocket atau ruang hijau kecil seluas sekitar 250 meter persegi di setiap kampung atau permukiman warga. Ia menilai konsep ini dapat memanfaatkan lahan di pinggiran sungai atau setu yang seharusnya tidak menjadi lahan bersertifikat milik pribadi.
Andy juga menekankan perlunya kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyisir dan menertibkan lahan-lahan di area tersebut.
Di sisi lain, dosen Program Pascasarjana Studi Pembangunan Perkotaan dan Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Indonesia itu mendorong adanya peta jalan atau roadmap jangka panjang dalam pengembangan RTH. Menurutnya, penataan lahan di sempadan sungai yang sudah padat penduduk membutuhkan perencanaan jangka panjang dan tidak cukup hanya bergantung pada anggaran tahunan.
Ia menyebut prioritas lahan perlu difokuskan pada area sempadan sungai, sempadan danau, serta kawasan pantai. Selain itu, ia menilai penghijauan juga dapat diperkuat melalui penanaman pohon di ruas-ruas jalan yang dikenal sebagai urban tree canopy.
Andy menambahkan, taman akan lebih efektif menyerap air jika ditanami pohon, bukan sekadar rumput. Namun ia mengingatkan, pertumbuhan pohon membutuhkan waktu panjang hingga mencapai kondisi optimal. Ia mencontohkan, untuk menumbuhkan pohon hingga berdiameter 10 sentimeter dibutuhkan waktu sekitar 30 tahun.