Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil menumbuhkan optimisme dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap masa depan pembangunan nasional. Penilaian itu disampaikan pakar dan praktisi komunikasi Dr. M. Fariza Y. Irawady, yang mengapresiasi gaya komunikasi publik Presiden.
Menurut Fariza, kepercayaan publik yang terbentuk tidak bertumpu pada janji, melainkan pada bukti kinerja konkret serta penyelesaian berbagai isu strategis. Ia menilai pendekatan tersebut membuat masyarakat melihat arah pembangunan lebih jelas.
Fariza juga menyoroti arahan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka. Ia menilai penyampaian yang jujur dan transparan memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan pembangunan, tidak hanya untuk konsolidasi internal kabinet, tetapi juga sebagai sinyal positif kepada masyarakat luas.
Dalam pandangannya, komunikasi semacam itu dinilai efektif memberi kepastian arah kebijakan, memperkokoh fondasi perekonomian, serta menyatukan langkah berbagai elemen bangsa.
Dalam kurun 18 bulan pertama masa pemerintahannya, pemerintah disebut telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan strategis nasional. Presiden Prabowo menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama yang perlu disikapi dengan rendah hati, sekaligus menjadi dorongan untuk terus membenahi kekurangan.
Di sektor pengelolaan aset negara, efisiensi juga disebut meningkat melalui konsolidasi yang dilakukan Danantara Indonesia. Lembaga itu mengonsolidasikan sekitar 250 entitas BUMN dari total 1.077 entitas, yang diklaim berdampak pada efisiensi biaya operasional hingga Rp50 triliun.
Langkah konsolidasi tersebut dinilai memperkuat struktur BUMN agar lebih sehat, akuntabel, dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi penerimaan negara.