PAD PALI Capai Rp32,19 Miliar hingga Mei 2026, Naik 17,12%

PAD PALI Capai Rp32,19 Miliar hingga Mei 2026, Naik 17,12%

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp32.186.226.007 hingga 31 Mei 2026. Capaian ini meningkat 17,12% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PALI, kenaikan PAD ditopang empat sektor utama. Dari pajak daerah, realisasi mencapai Rp14.160.609.811 atau naik 21,84%. Retribusi daerah tercatat Rp1.186.688.136, meningkat 1,12%.

Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp1.743.489.874 dengan pertumbuhan 100%. Adapun pos lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp15.095.438.186 atau naik 11,73%.

Bupati PALI Asgianto, ST., menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha. Ia menilai tren positif realisasi PAD menjadi indikator bahwa upaya optimalisasi pendapatan berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, hingga akhir Mei 2026 realisasi PAD PALI trennya sangat positif. Ini indikator optimalisasi pendapatan jalan baik. Kami akan terus perkuat tata kelola pendapatan yang transparan dan akuntabel guna dukung percepatan pembangunan serta peningkatan pelayanan,” ujar Asgianto pada Sabtu (13/06/26).

Menurut Asgianto, peningkatan PAD menjadi modal penting untuk membiayai program prioritas daerah, termasuk pembangunan infrastruktur, penguatan layanan publik, serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di PALI.

Kepala Bapenda PALI, Dr. Aryansyah, S.T., M.T., menjelaskan tren positif ini didorong langkah strategis, mulai dari pembinaan, pendataan, hingga pengawasan sumber-sumber PAD. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) turut berperan dalam mendorong realisasi pendapatan.

“Kami terus lakukan pembinaan, pendataan, serta pengawasan. Pemanfaatan TI dan koordinasi dengan perangkat daerah terkait jadi faktor penting dorong realisasi PAD 2026,” kata Aryansyah.

Bapenda PALI menyatakan optimistis tren tersebut dapat dipertahankan agar target PAD 2026 tercapai, bahkan terlampaui. Aryansyah juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi.

“Kami ajak seluruh masyarakat & pelaku usaha dukung pembangunan lewat kepatuhan bayar pajak & retribusi. Setiap kontribusi akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan & pelayanan lebih baik,” ujarnya.