Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada pekan ini untuk membahas perkembangan reformasi pasar modal Indonesia, khususnya terkait peningkatan standar transparansi. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari langkah keterbukaan informasi yang telah dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa kedua self-regulatory organization (SRO) itu telah membuka data kepemilikan saham di atas 1%. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons atas permintaan MSCI terkait peningkatan transparansi di pasar modal Indonesia.
Menurut Hasan, data kepemilikan tersebut telah disampaikan kepada MSCI untuk dianalisis oleh tim mereka. Melalui pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pekan ini, MSCI diharapkan dapat menilai apakah informasi yang telah dibuka sudah sesuai ekspektasi atau masih memerlukan tambahan data.
OJK menargetkan reformasi pasar modal ini dapat rampung pada Maret. Sementara itu, MSCI dijadwalkan melakukan evaluasi lanjutan terhadap pasar modal Indonesia pada Mei, sehingga regulator masih memiliki waktu untuk melengkapi data yang diperlukan.
Sejalan dengan reformasi tersebut, BEI dan KSEI mulai membuka data kepemilikan saham di atas 1% sejak penutupan perdagangan pada Selasa (3/3). Informasi mengenai nama pemegang saham dengan kepemilikan tersebut kini dapat diakses publik melalui situs resmi BEI.
Langkah keterbukaan ini menjadi salah satu poin dalam proposal reformasi pasar modal yang diajukan kepada MSCI dan Financial Times Stock Exchange (FTSE). Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 1/KDK.04/2026 yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.
Dengan dibukanya akses informasi tersebut, OJK berharap transparansi pasar modal Indonesia meningkat sekaligus mendukung proses evaluasi yang akan dilakukan MSCI pada periode mendatang.

