OJK Akan Evaluasi Penerapan Papan FCA di BEI, Soroti Transparansi Pembentukan Harga

OJK Akan Evaluasi Penerapan Papan FCA di BEI, Soroti Transparansi Pembentukan Harga

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan siap mengevaluasi implementasi papan Full Call Auction (FCA) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan berbagai masukan yang berkembang di pasar, termasuk dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, evaluasi dilakukan untuk memastikan papan FCA dapat memberi kesempatan kepada investor dalam mengaktifkan kembali perdagangan saham-saham yang masuk kriteria, termasuk saham yang selama ini kurang aktif dan menghadapi kesulitan jika diperdagangkan di papan reguler.

Menurut Hasan, sejak awal papan FCA dirancang sebagai mekanisme perdagangan bagi saham-saham dengan likuiditas rendah. Melalui skema tersebut, saham yang sebelumnya jarang diperdagangkan diharapkan dapat kembali menarik minat transaksi dari investor.

OJK bersama BEI, kata Hasan, akan terus melakukan pemantauan serta penyempurnaan terhadap kebijakan FCA apabila masih ditemukan kendala dalam penerapannya. OJK juga menyatakan terbuka terhadap masukan yang diterima, termasuk dari parlemen.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam implementasi papan FCA adalah transparansi pembentukan harga saham. Hasan menjelaskan, mekanisme perdagangan di papan FCA berbeda dengan papan reguler karena menggunakan metode periodic call auction.

Dalam metode tersebut, minat beli dan jual dikumpulkan terlebih dahulu sebelum proses pencocokan transaksi dilakukan secara periodik. Mekanisme ini dinilai lebih sesuai untuk saham-saham dengan likuiditas rendah karena bertujuan menghimpun kembali minat transaksi yang sebelumnya terbatas.

Meski demikian, OJK membuka kemungkinan untuk meningkatkan transparansi dalam mekanisme perdagangan di papan FCA. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menghadirkan indikasi harga penawaran terbaik dari sisi beli maupun jual, seperti best bid atau best offer, yang akan menjadi bagian dari evaluasi ke depan.