Nama Soimah Kerap Dicatut dalam Hoaks Bantuan Dana di Media Sosial

Nama Soimah Kerap Dicatut dalam Hoaks Bantuan Dana di Media Sosial

Nama selebritas Soimah kembali dicatut dalam sejumlah unggahan menyesatkan di media sosial. Modus yang digunakan umumnya serupa, yakni menjanjikan bantuan uang dengan syarat tertentu dan mengarahkan pengguna untuk mengikuti instruksi melalui platform seperti Facebook dan Messenger.

Berikut beberapa contoh hoaks pembagian bantuan dana yang mencatut nama Soimah dan beredar di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

1. Klaim bantuan Rp 100 juta dengan menyusun kata di Facebook
Sebuah unggahan di Facebook yang beredar sejak pekan lalu mengklaim Soimah membagikan bantuan sebesar Rp 100 juta bagi siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan dalam video. Unggahan tersebut disebut diposting oleh sebuah akun pada 30 Oktober 2025.

Dalam unggahan itu, terdapat video yang memuat pernyataan seolah-olah dari Soimah, antara lain: “Assalamualaikum saya Ma'e Soimah Pancawati… ingin membagikan dana bantuan sebesar 100 juta rupiah… jawaban dikirim di messenger… ini beneran bukan hoaks benar-benar resmi.”

Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menonjolkan iming-iming hadiah uang tunai dan ajakan untuk segera mengikuti kuis.

2. Klaim rezeki Rp 20 juta dengan mendaftar lewat Facebook
Hoaks lain beredar dengan klaim Soimah membagikan “rezeki” Rp 20 juta rupiah. Unggahan ini disebut diposting oleh sebuah akun Facebook pada 26 Oktober 2025.

Isi unggahan tersebut antara lain menyebut bantuan diberikan gratis tanpa biaya dan meminta penerima melanjutkan ke Messenger. Narasi tambahan dalam unggahan itu juga mencantumkan klaim bahwa bantuan ditujukan bagi masyarakat yang tidak mampu dan benar-benar membutuhkan.

3. Klaim bantuan Rp 100 juta disertai surat berkop Polri
Unggahan lainnya mengklaim Soimah membagikan bantuan dana Rp 100 juta melalui Facebook. Postingan ini disebut beredar sejak pekan lalu dan diunggah pada 4 Mei 2026.

Dalam unggahan tersebut terdapat gambar surat dengan kop Polri yang memuat klaim bantuan Rp 100.000.000 dan disebutkan penerima akan dipilih melalui undian. Unggahan itu juga disertai foto Soimah bersama Kapolri Listyo Sigit, serta narasi ajakan “siapa cepat dia dapat.”

Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan pola pencatutan nama tokoh publik untuk menarik perhatian dan memancing interaksi pengguna di media sosial. Masyarakat diimbau waspada terhadap konten yang menjanjikan bantuan uang, terutama yang meminta pengguna mengirim jawaban, data, atau melanjutkan komunikasi melalui pesan pribadi.