Nama Raffi Ahmad kembali dicatut dalam sejumlah konten hoaks yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan. Berbagai unggahan menampilkan narasi berbeda-beda, mulai dari klaim pembagian bantuan uang hingga promosi situs judi online, termasuk kabar yang menyeret orang terdekatnya.
Berikut beberapa hoaks yang mencatut nama Raffi Ahmad berdasarkan temuan Tim Cek Fakta Liputan6.com.
1. Klaim bantuan Rp 10 juta lewat pendaftaran di Facebook
Sebuah unggahan di Facebook menampilkan poster bergambar Raffi Ahmad dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Unggahan yang disebut diposting pada 20 April 2026 itu memuat narasi seolah-olah Raffi Ahmad membagikan “dana bantuan” sebesar Rp 10 juta tanpa syarat, serta menyebut tidak ada biaya admin dan pajak.
Dalam narasinya, unggahan tersebut juga mencantumkan kalimat ajakan untuk mengklik tautan di bio. Akun pengunggah menambahkan pesan, “Jangan lelah ketika hadir Siapa tahu hari ini giliran kamu.”
2. Video yang mengklaim Raffi Ahmad mempromosikan situs judi online
Hoaks lain beredar dalam bentuk video yang menampilkan Raffi Ahmad seolah sedang mempromosikan situs judi online tertentu. Unggahan ini disebut beredar sejak awal bulan dan salah satunya diposting di Facebook pada 1 November 2025.
Dalam video tersebut, Raffi Ahmad digambarkan mengatakan situs itu dibuat untuk “berbagi pada masyarakat” sehingga “tidak akan kalah,” serta mengajak orang menyebarkan alamat situs tersebut. Video itu disertai narasi, “Percaya bahwa kamu bisa, lalu buktikan. Kesempatan datang pada yang berani melangkah.”
3. Klaim Mbak Lala, asisten Raffi Ahmad, menjadi Wakil Kepala BGN
Selain itu, beredar pula unggahan foto yang mengklaim Mbak Lala, asisten Raffi Ahmad, menjadi Wakil Kepala BGN. Unggahan yang disebut diposting di Facebook pada 30 Juni 2026 itu menampilkan foto Mbak Lala mengenakan pakaian resmi dan pin bertuliskan “Wakil Ketua BGN Indonesia.”
Akun pengunggah menyertakan narasi bernada bercanda yang menyinggung klaim-klaim jabatan lain, termasuk menyebut, “...sekarang giliran mbak lala jadi Wakil ketua BGN...”
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan bagaimana nama figur publik seperti Raffi Ahmad kerap digunakan untuk menarik perhatian warganet. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap konten yang mencantumkan klaim bantuan uang, promosi situs tertentu, maupun informasi jabatan yang tidak jelas sumber resminya.