Pasar pemasaran afiliasi dan pembuatan konten digital di Vietnam dilaporkan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Di balik peluang tersebut, pelaku afiliasi dan kreator juga menghadapi tuntutan baru, mulai dari pemenuhan kewajiban pajak hingga tantangan memilih produk yang dinilai berkualitas dan sesuai preferensi konsumen.
Untuk merespons kebutuhan itu, lokakarya bertajuk “Dari Pemasaran Afiliasi Individu ke Sistem Pendapatan Berkelanjutan Menggunakan AI” digelar pada Juni lalu. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu penjual dan komunitas KOC (Key Opinion Consumer) beradaptasi dengan tren e-commerce terkini, termasuk pemanfaatan teknologi dan pemahaman aspek hukum.
Dalam sesi yang membahas regulasi, Le Thi Thuy, mantan Wakil Kepala Departemen Dukungan dan Propaganda Wajib Pajak (Dinas Pajak Umum), memaparkan perkembangan aturan pengelolaan pajak terkait pendapatan dari pemasaran afiliasi dan siaran langsung. Ia menekankan pentingnya bekerja sama secara proaktif dengan merek yang sah, memiliki status hukum jelas, serta menyediakan faktur dan dokumentasi lengkap. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi praktis agar pelaku KOC/afiliasi dapat mengoptimalkan biaya sekaligus beroperasi lebih aman.
Dari sisi teknologi, CEO ACCESSTRADE Vietnam Do Huu Hung menyampaikan pandangannya mengenai model “Agentic Commerce” atau perdagangan berbasis agen otonom yang didukung AI. Ia menilai model ini membuka era baru dalam kinerja pemasaran. Namun, ia menegaskan bahwa teknologi tetap berperan sebagai alat pendukung, sementara fondasi untuk mempertahankan pelanggan tetap bertumpu pada daya saing produk, standar teknis yang jelas, asal-usul yang transparan, serta manfaat yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Sejalan dengan paparan kedua narasumber, lokakarya tersebut menyoroti pergeseran tren e-commerce menuju nilai nyata. Model bisnis berkelanjutan dinilai perlu ditopang produk yang menawarkan solusi praktis, memiliki asal-usul yang jelas, kredibilitas merek, serta didukung bukti ilmiah.
Dalam konteks itu, Caumos disebut menggandeng komunitas KOC sebagai bagian dari upaya beradaptasi dengan arah pasar yang menekankan transparansi dan kepatuhan. Caumos memposisikan diri sebagai contoh pendekatan pemasaran afiliasi yang menekankan solusi produk, transparansi hukum, serta dukungan pengetahuan produk bagi mitra.
Caumos menyampaikan bahwa rangkaian produknya, termasuk Caumos Fresh Silence Cream dan pelembap ketiak, memiliki faktur lengkap serta sertifikasi kualitas yang sah secara hukum. Produk-produk ini disebut diteliti untuk kulit wanita Asia dan diproduksi oleh Cosmo Beauty Japan, grup farmasi dan kosmetik yang memiliki sejarah lebih dari 75 tahun di Jepang. Distribusi resminya dilakukan melalui Khang My DGG Joint Stock Company, yang diklaim memberi kepastian bagi penjual saat memperkenalkan produk kepada konsumen serta mengurangi kekhawatiran terkait barang palsu.
Selain penyediaan produk, Caumos juga menyatakan menyediakan sistem pengetahuan produk dan prinsip ilmiah agar KOC dapat memberikan saran kepada pelanggan secara lebih percaya diri dan akurat.
Caumos memaparkan pendekatan “Skincare Hybrid” berbasis filosofi “Tanpa kompromi”. Produk ini disebut menggunakan bahan aktif Isopropylmethylphenol (IPMP) untuk mendukung aksi antibakteri yang menargetkan penyebab bau badan, bukan sekadar menutupinya dengan wewangian buatan.
Untuk menyesuaikan iklim Vietnam yang panas dan lembap, Caumos mengklaim efek 3-in-1, yakni menghilangkan bau badan, mengurangi keringat, dan melembapkan kulit. Formulanya juga disebut mengikuti prinsip “5 NO”: tanpa alkohol, tidak lengket berkat partikel polimer berbentuk bulat, tidak perih, tidak membuat pakaian menguning, serta tanpa pewangi buatan yang mengalahkan aroma parfum pribadi. Klaim ini ditujukan untuk mencapai tingkat kelembutan yang tinggi, termasuk bagi kulit sensitif.
Penyelenggara mencatat sambutan positif dari ratusan tamu yang hadir dalam acara tersebut. Dalam penilaian yang disampaikan pada lokakarya, produk yang memenuhi kriteria daya saing nyata, transparansi asal-usul, serta didukung pengetahuan produk yang memadai dinilai dapat menjadi fondasi bagi komunitas afiliasi untuk membangun pertumbuhan yang lebih stabil di era digital.