Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menyoroti video “Tepuk Sakinah” yang belakangan viral di media sosial. Menurut Dini, yel-yel yang diunggah sejumlah akun Kantor Urusan Agama (KUA) serta akun Ditjen Bimas Islam @bimasislam itu memunculkan beragam respons publik, mulai dari dukungan hingga kritik.
Dalam video yang beredar, “Tepuk Sakinah” berisi lirik ajakan bagi pasangan untuk memegang janji, saling mencintai, menghormati, menjaga, dan bermusyawarah demi mewujudkan keluarga sakinah. Dini menilai yel-yel tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari metode edukasi Kementerian Agama untuk calon pengantin agar nilai-nilai keluarga sakinah lebih mudah diingat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, Dini mengatakan kritik dari sebagian masyarakat juga perlu diperhatikan. Ia menyebut ada netizen yang menilai bentuk penyampaian “Tepuk Sakinah” kurang sesuai dengan gaya generasi muda saat ini. Dini menilai perbedaan pandangan tersebut wajar dan seharusnya menjadi masukan.
Dini menekankan bahwa yang paling penting dalam pembekalan pernikahan adalah substansi, yakni kesiapan mental, emosional, dan spiritual calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang kuat dan harmonis. Karena itu, ia menilai materi bimbingan pernikahan perlu terus dibuat relevan dengan kondisi terkini, termasuk melalui pendekatan yang kreatif, interaktif, dan dekat dengan dunia anak muda.
Ia juga menyatakan dukungan apabila terdapat ruang untuk memperbaiki metode agar lebih sesuai dengan generasi sekarang. Menurutnya, fokus utama bukan pada bentuk tepukannya, melainkan pada pesan sakinah—ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan—yang harus tersampaikan kepada pasangan.

