Lapas Probolinggo Gelar Galanispro 2026, Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi dengan Insan Pers

Lapas Probolinggo Gelar Galanispro 2026, Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi dengan Insan Pers

PROBOLINGGO — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Probolinggo menggelar kegiatan bertajuk Galanispro 2026 dalam bentuk malam silaturahmi bersama puluhan jurnalis Probolinggo Raya yang berada di bawah naungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Senin (12/5/26). Kegiatan ini disebut sebagai upaya menjaga transparansi serta membangun kolaborasi yang sehat antara instansi pemasyarakatan dan media.

Acara yang berlangsung di Aula Lapas Probolinggo itu juga dihadiri perwakilan dari Rumah Tahanan (Rutan) Kraksaan. Kehadiran lintas instansi tersebut menegaskan komitmen untuk memperkuat komunikasi antara jajaran pemasyarakatan dan awak media.

Kepala Lapas Probolinggo Bayu Muhammad menyampaikan bahwa media merupakan mitra strategis. Ia menuturkan Galanispro 2026 menjadi penyelenggaraan kedua, dan tidak sekadar ajang pertemuan, melainkan bagian dari upaya kolaborasi antara pemasyarakatan dan insan pers.

“Galanispro 2026 bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wadah untuk memperkuat kerja sama. Kami ingin media melihat langsung perkembangan di dalam Lapas, sehingga informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan berimbang,” ujar Bayu.

Perwakilan media yang diwakili Ketua PWI menyambut positif kegiatan tersebut. Inisiatif ini dinilai penting untuk mendukung keterbukaan informasi publik, khususnya terkait program-program pembinaan di wilayah Probolinggo.

Puncak kegiatan diisi dengan penampilan talenta warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai hasil dari proses pembinaan kepribadian dan kemandirian yang berjalan di Lapas Probolinggo. Sejumlah penampilan ditampilkan, mulai dari band akustik dengan aransemen lagu, pertunjukan modern dance, hingga lantunan sholawat oleh grup hadrah DKM Darrul Awwabin.

Melalui Galanispro 2026, Lapas Probolinggo berharap sinergi dengan pers di Probolinggo Raya semakin harmonis. Dengan komunikasi yang terbuka, informasi mengenai program pemasyarakatan diharapkan tersampaikan secara akurat dan berimbang kepada masyarakat, sekaligus menjadi dorongan bagi warga binaan untuk terus berbenah sebelum kembali ke lingkungan sosial.