Lao Cai Umumkan Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021-2030 dengan Visi 2050

Lao Cai Umumkan Penyesuaian Rencana Tata Ruang 2021-2030 dengan Visi 2050

Pemerintah Provinsi Lao Cai mengumumkan keputusan persetujuan penyesuaian Rencana Tata Ruang Provinsi Lao Cai untuk periode 2021-2030, dengan visi hingga tahun 2050. Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi yang juga memaparkan sejumlah capaian dan arah prioritas pembangunan daerah.

Hingga akhir 2025, tingkat pertumbuhan PDB Lao Cai diproyeksikan mencapai 8,14%. Angka ini menempatkan Lao Cai pada peringkat kedua di antara sembilan provinsi di wilayah Dataran Tinggi dan Pegunungan Utara, serta peringkat ke-17 secara nasional.

Dari sisi aktivitas usaha, provinsi tersebut mencatat pendirian 1.440 bisnis baru dengan total modal terdaftar lebih dari 10.050 miliar VND. Dengan tambahan tersebut, jumlah total bisnis di Lao Cai mencapai 12.630 unit dengan modal terdaftar lebih dari 168.000 miliar VND. Bisnis yang beroperasi di provinsi itu juga disebut memberikan kontribusi sebesar 6.995 miliar VND kepada anggaran negara.

Dalam rencana hingga 2030, Lao Cai menargetkan diri menjadi pusat pertumbuhan di wilayah Dataran Tinggi dan Pegunungan Utara, sekaligus pusat koneksi ekonomi dan perdagangan antara Vietnam dan negara-negara ASEAN dengan Tiongkok barat daya. Pemerintah provinsi juga menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan dengan pendorong pertumbuhan baru, disertai pergeseran positif struktur ekonomi, peningkatan infrastruktur sosial-ekonomi menuju sinkronisasi dan modernisasi, serta tetap menjaga pertahanan dan keamanan nasional. Peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik materi maupun spiritual, turut menjadi tujuan yang ditekankan.

Sementara itu, visi 2050 menempatkan Lao Cai sebagai pusat pembangunan di wilayah utara negara serta penghubung antara Vietnam dan negara-negara ASEAN dengan Tiongkok dan Eropa. Arah pembangunan tersebut dirangkum dalam tujuan “Hijau, harmonis, khas, dan bahagia”.

Ketua Komite Rakyat Provinsi Lao Cai, Nguyen Tuan Anh, menyatakan penyesuaian perencanaan dilakukan melalui pendekatan komprehensif dan jangka panjang. Menurutnya, dokumen perencanaan tersebut mencerminkan potensi, keunggulan, dan orientasi pembangunan provinsi pada masa mendatang, sekaligus mengidentifikasi poros penggerak, kutub pertumbuhan, zona ekonomi, serta sektor prioritas. Ia menilai perencanaan ini menjadi landasan untuk menata ruang pembangunan, memobilisasi dan mengalokasikan sumber daya secara efektif, menarik investor strategis, melaksanakan proyek utama, dan mendorong keterkaitan regional.

Pemerintah Provinsi Lao Cai juga menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan dan melaksanakan perencanaan secara komprehensif dan efektif, memastikan transparansi serta keterbukaan informasi, dan menciptakan kondisi yang memudahkan bisnis serta investor mengakses peluang dan menjalin kemitraan. Dengan tekad mengejar target pertumbuhan lebih dari 10% dan meningkatkan kualitas pembangunan berkelanjutan, Lao Cai menetapkan sejumlah fokus utama, yakni reformasi administrasi, pembangunan infrastruktur strategis, dan penarikan investasi.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah provinsi menyampaikan harapan agar komunitas bisnis dan investor dari dalam maupun luar provinsi terus bersikap proaktif dan kreatif, memanfaatkan peluang baru, berani menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan daya saing, serta mengupayakan pembangunan hijau dan berkelanjutan. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama untuk membangun lingkungan investasi yang transparan, terbuka, efisien, dan berkelanjutan.

Pada konferensi tersebut, Provinsi Lao Cai turut memberikan keputusan persetujuan investasi untuk tiga proyek besar di berbagai sektor. Ketiga proyek itu meliputi Proyek Perumahan Komersial Desa Sa Pa dengan total investasi 1.680 miliar VND, Proyek Kawasan Perkotaan Ekologis Bukit Teh O Quy Ho dengan total investasi 2.424 miliar VND, serta Proyek Pabrik Pelet Kayu Yen Binh yang memanfaatkan limbah kehutanan dengan total investasi 98 miliar VND.