Pemerintah Provinsi Lam Dong mengumumkan revisi Rencana Tata Ruang Provinsi untuk periode 2021–2030 dengan visi hingga 2050. Kebijakan ini dinilai menjadi tonggak penting karena memberikan landasan hukum sekaligus arah strategis bagi pengembangan Lam Dong setelah penggabungan, serta membuka peluang pembangunan baru dengan memanfaatkan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki.
Dalam rencana yang dipublikasikan, Lam Dong menargetkan pada 2030 menjadi provinsi yang cukup maju serta berperan sebagai kutub pertumbuhan penting bagi kawasan Dataran Tinggi Tengah dan wilayah Pesisir Selatan Tengah. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah provinsi menetapkan empat terobosan strategis, yaitu pengembangan infrastruktur strategis; penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta transformasi digital; pengembangan klaster industri utama dan rantai nilai; serta penyempurnaan mekanisme dan kebijakan kelembagaan tertentu, termasuk model tata kelola modern.
Pembangunan infrastruktur ditempatkan sebagai penggerak utama untuk membangun fondasi pertumbuhan dan meningkatkan daya saing. Lam Dong memprioritaskan investasi pada proyek transportasi strategis, infrastruktur pariwisata, logistik, dan pelabuhan. Sejumlah proyek yang disebut antara lain jalan tol Tan Phu–Bao Loc, Bao Loc–Lien Khuong, Gia Nghia–Chon Thanh, Nha Trang–Da Lat, serta jalur penghubung antarwilayah yang mengoneksikan Dataran Tinggi Tengah, Pantai Selatan Tengah, dan wilayah Tenggara.
Rencana tersebut juga menegaskan fokus pada sektor-sektor ekonomi utama, meliputi pertanian berteknologi tinggi yang terhubung dengan pengolahan mendalam; rantai industri bauksit–alumina–peleburan aluminium; energi terbarukan; industri pengolahan dan manufaktur; layanan logistik, pelabuhan laut, serta pariwisata berkualitas tinggi.
Untuk periode 2026–2030, Lam Dong menargetkan pertumbuhan PDB tahunan rata-rata 10–10,5%. PDB per kapita ditargetkan mencapai sekitar 210 juta VND atau setara 8.000 USD, sementara ekonomi digital diharapkan berkontribusi sekitar 30% terhadap PDB.
Dalam konferensi terkait, Ketua Komite Rakyat Provinsi Lam Dong, Ho Van Muoi, menyampaikan bahwa pascapenggabungan, Lam Dong menjadi provinsi dengan wilayah alam terluas di negara tersebut. Ia menyebut Lam Dong memiliki keunggulan pada aspek lahan, iklim, laut, mineral, dan energi. Menurutnya, provinsi ini memiliki cadangan bauksit dan titanium terbesar di negara itu, serta potensi besar untuk mengembangkan energi bersih dari matahari, angin, dan gelombang laut.
Di sektor pertanian berteknologi tinggi, Ho Van Muoi menyatakan Lam Dong tetap memainkan peran utama secara nasional dengan sejumlah produk unggulan seperti sayuran, bunga, dan ikan air dingin. Ia juga menekankan bahwa penyesuaian perencanaan ini mencerminkan tekad untuk berinovasi dalam pola pikir pembangunan dengan menempatkan manusia dan dunia usaha sebagai pusat, serta menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, transformasi digital, dan pertumbuhan hijau sebagai penggerak.
Menurutnya, revisi rencana tersebut tidak hanya menetapkan target jangka pendek, tetapi juga membuka visi jangka panjang dengan tujuan memanfaatkan potensi dan keunggulan secara efektif, menciptakan penggerak pertumbuhan baru, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memastikan pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan.