Konsep Township dan One Stop Living Kian Diminati di Hunian Perkotaan

Konsep Township dan One Stop Living Kian Diminati di Hunian Perkotaan

Jakarta — Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia menunjukkan pergeseran dalam konsep pembangunan hunian. Pengembang kini tidak hanya menawarkan unit rumah, tetapi juga mengembangkan kawasan kota mandiri (township) yang terintegrasi dengan berbagai fungsi pendukung kehidupan sehari-hari.

Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai konsep township semakin diminati karena menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih lengkap di tengah mobilitas masyarakat perkotaan yang tinggi. “Orang merasa lengkap jika tinggal dalam satu kawasan dan dalam satu lingkungan, mereka merasa dilayani,” ujar Yayat, dikutip Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, township merupakan ruang terpadu yang menyediakan berbagai kebutuhan dalam jarak dekat dan mudah dijangkau. Prinsip utama yang menjadi dasar konsep ini meliputi kedekatan, kemudahan, kelancaran, keamanan, dan kenyamanan. Dengan pendekatan tersebut, penghuni tidak hanya memiliki tempat tinggal, tetapi juga akses ke fasilitas seperti area komersial, perkantoran, sekolah, ruang publik, hingga layanan kesehatan dalam satu kawasan.

Kemudahan akses tersebut dinilai dapat meningkatkan kenyamanan. Yayat menyebut, sebagian masyarakat bahkan bersedia membayar lebih tinggi untuk hunian yang menawarkan fasilitas dan layanan sepadan. “Inilah yang melahirkan konsep one stop living, aktivitas bekerja, berbelanja, berinteraksi sosial, hingga rekreasi dapat dilakukan tanpa harus keluar jauh dari kawasan tempat tinggal,” tuturnya.

Sejumlah pengembang mulai mengadopsi konsep kota mandiri dalam pengembangan kawasan. Salah satunya melalui pembangunan hunian terintegrasi yang menggabungkan fungsi residensial dan komersial dalam satu ekosistem. Brand identity “Paramount Gading Serpong” yang diperkenalkan pada akhir 2025 disebut menjadi penegasan fase kedewasaan kawasan tersebut sebagai kota mandiri berskala besar yang berperan strategis dalam pertumbuhan sektor properti dan ekonomi di wilayah Tangerang Raya.

Pengembangan itu juga dikaitkan dengan upaya memperkuat posisi kawasan sebagai kota yang menghadirkan kualitas hidup, dengan penekanan pada pembangunan berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.

Direktur Paramount Land Chrissandy Dave mengatakan perusahaan terus menghadirkan inovasi dari sisi produk maupun layanan. Inovasi tersebut, menurutnya, dikembangkan melalui riset yang komprehensif agar produk tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Paramount Land merupakan salah satu pengembang yang konsisten menghadirkan inovasi. Melalui riset yang mendalam, kami memastikan setiap produk yang diluncurkan selalu adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan,” ujar Chrissandy.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut diwujudkan melalui desain hunian modern yang menekankan keseimbangan fungsi, estetika, dan kenyamanan. Inovasi tidak hanya pada bentuk bangunan, tetapi juga perencanaan tata ruang yang lebih efisien, optimalisasi pencahayaan alami, sirkulasi udara yang sehat melalui ventilasi yang baik, serta konektivitas yang memudahkan mobilitas penghuni di dalam kawasan.

“Melalui filosofi desain tersebut, arsitektur tidak hanya berperan sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai instrumen yang meningkatkan kualitas hidup, menciptakan lingkungan tinggal yang lebih sehat, produktif, dan mendukung gaya hidup urban masa kini,” kata dia.

Chrissandy menambahkan, Paramount Gading Serpong mengusung prinsip one-stop living melalui pengembangan fasilitas yang memungkinkan masyarakat tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam satu lingkungan terpadu. Konsep ini juga disebut sejalan dengan kampanye “Everything is Here”, yang menggambarkan kelengkapan fasilitas hunian, komersial, hingga gaya hidup dalam satu kawasan terintegrasi.

Di kawasan tersebut, hunian disebut tidak lagi diposisikan semata sebagai tempat tinggal, melainkan bagian dari ekosistem gaya hidup yang terus berkembang. “Di sini, hunian dirancang untuk mampu tumbuh bersama perubahan kebutuhan masyarakat modern, mulai dari kebutuhan ruang kerja di rumah (work-from-home), ruang keluarga yang nyaman untuk aktivitas bersama, hingga ruang komunitas yang mendorong interaksi sosial antar penghuni,” ungkapnya.

Dengan konsep tersebut, tempat tinggal diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi menjadi rumah yang menghadirkan kenyamanan dan kualitas hidup bagi penghuninya.