Kongres IAP Bali V Soroti Peran Perencana dalam Integrasi Kebijakan Tata Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Kongres IAP Bali V Soroti Peran Perencana dalam Integrasi Kebijakan Tata Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

DENPASAR — Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Bali menggelar Kongres IAP Bali V di Denpasar, Jumat (5/6). Kongres mengangkat tema “Peran Strategis Perencana dalam Integrasi Kebijakan Tata Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Bali”.

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta yang melibatkan unsur Dinas PUPRPerkim Provinsi Bali, perangkat daerah kabupaten/kota se-Bali yang membidangi pekerjaan umum dan penataan ruang serta perumahan dan kawasan permukiman, akademisi, asosiasi profesi, praktisi perencanaan, dan anggota IAP Bali.

Ketua IAP Bali, Wahyudi Arimbawa, menegaskan profesi perencana memiliki peran penting di tengah berbagai tantangan pembangunan di Bali. Menurutnya, perencana diperlukan untuk menjembatani kepentingan pembangunan dengan prinsip keberlanjutan.

Ia berharap kongres tidak hanya menghasilkan rekomendasi strategis terkait integrasi kebijakan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi. Wahyudi juga menekankan pentingnya peran perencana sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan kearifan lokal Bali.

Ketua IAP Nasional, Adriadi Dimastanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kongres. Ia menilai kongres merupakan agenda penting organisasi untuk memperkuat kapasitas profesi sekaligus memperkokoh posisi IAP sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan penataan ruang.

Adriadi menyebut IAP Bali saat ini memiliki 11 anggota perencana berlisensi yang memenuhi persyaratan profesional untuk terlibat dalam penyusunan dokumen perencanaan tata ruang di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas PUPRPerkim Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda. Ia menilai IAP telah banyak berkontribusi dalam proses perencanaan pembangunan serta penyusunan berbagai kebijakan strategis di tingkat Provinsi Bali.

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres, I Kadek Pasek Setiawan, menjelaskan kongres dirancang sebagai wadah dialog konstruktif yang mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi, dan organisasi profesi. Forum ini diharapkan membangun pemahaman bersama mengenai tantangan dan peluang penataan ruang di Bali.

Ia menambahkan dinamika pembangunan Bali memerlukan pendekatan kolaboratif agar kebijakan tata ruang tidak hanya mengakomodasi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan identitas budaya daerah. Melalui kongres ini, panitia menargetkan lahirnya rekomendasi strategis bagi penyelenggaraan penataan ruang yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan di Bali.