Sebuah video yang beredar di media sosial disertai narasi bahwa Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) terbakar pada Juli 2026 dipastikan tidak akurat. Penelusuran menunjukkan rekaman tersebut bukan peristiwa pada 2026, melainkan insiden pembakaran Gedung DPRD NTB yang terjadi pada 30 Agustus 2025.
Video itu beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook. Dalam unggahan tersebut, tampak kobaran api melalap sebuah gedung, disertai keterangan yang menyebut kantor DPRD NTB habis dilalap api.
Hasil penelusuran tidak menemukan informasi valid mengenai peristiwa kebakaran Gedung DPRD NTB pada Juli 2026. Verifikasi kemudian dilakukan dengan menelusuri sumber video menggunakan teknik pencarian balik (reverse image search).
Dari penelusuran tersebut, video yang beredar diketahui identik dengan unggahan akun Instagram Global FM Lombok. Keterangan pada unggahan itu menyebut rekaman merupakan momen ketika Gedung DPRD NTB dibakar massa pada 30 Agustus 2025.
Insiden tersebut terjadi saat demonstrasi yang digelar aliansi mahasiswa dan pengemudi ojek online di Gedung DPRD NTB pada 30 Agustus 2025 berakhir ricuh. Dalam peristiwa itu, massa tidak dikenal membakar gedung dan juga menjarah sejumlah barang.
Peristiwa di NTB terjadi dalam konteks gelombang aksi unjuk rasa besar-besaran di berbagai daerah pada akhir Agustus hingga awal September 2025. Demonstrasi awalnya ditujukan untuk menyuarakan kekecewaan masyarakat terhadap DPR, namun situasi memanas setelah adanya tindakan represif aparat yang disebut menyebabkan kematian seorang pengemudi ojek online di Jakarta bernama Affan Kurniawan.
Dengan demikian, klaim yang menyebut video tersebut sebagai momen kebakaran Gedung DPRD NTB pada Juli 2026 adalah keliru. Rekaman yang beredar merupakan dokumentasi pembakaran gedung pada 30 Agustus 2025.