Sebuah unggahan di Facebook yang mengeklaim Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mempekerjakan 1.000 narapidana untuk memasak di dapur MBG beredar luas di media sosial. Unggahan itu juga menyebut narapidana dilibatkan dalam pengelolaan dapur secara nasional.
Dalam narasinya, unggahan tersebut menambahkan klaim bahwa masyarakat tidak perlu melapor jika terjadi keracunan makanan. Konten itu turut menyebut program tersebut bertujuan menekan biaya operasional kepolisian, serta dibuat seolah-olah merupakan pernyataan resmi dari Kapolri.
Berdasarkan penelusuran yang dirujuk dari turnbackhoax.id, hingga Rabu, 13 Mei 2026, unggahan tersebut telah dibagikan ulang ratusan kali, memicu ratusan komentar, dan memperoleh ribuan tanda suka.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo kemudian menelusuri klaim itu dengan kata kunci terkait. Hasil pencarian tidak menemukan informasi resmi maupun pemberitaan kredibel yang mendukung klaim tersebut.
Tidak ada pernyataan dari Polri yang menyebut keterlibatan narapidana dalam program memasak di dapur SPPG. Informasi serupa juga tidak ditemukan dalam media arus utama yang dapat dipercaya.
Dengan demikian, klaim bahwa Polri mempekerjakan ribuan narapidana untuk memasak di dapur MBG dinyatakan sebagai konten palsu (fabricated content). Masyarakat diimbau untuk memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.