Klaim Narji Sebut Jokowi Lebih Hebat dari Nabi Ibrahim Ternyata Manipulasi

Klaim Narji Sebut Jokowi Lebih Hebat dari Nabi Ibrahim Ternyata Manipulasi

Komedian Narji resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada awal Juli 2026. Setelah kabar itu muncul, beredar di media sosial unggahan berupa tangkapan layar artikel yang mengeklaim Narji menyebut mantan presiden Joko Widodo lebih hebat daripada Nabi Ibrahim.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Konten tangkapan layar yang beredar merupakan hasil manipulasi.

Unggahan itu tersebar melalui sejumlah akun Facebook. Dalam tangkapan layar, tercantum judul artikel: “Narji Cagur: Saya Gabung Partai PSI Karena Ada Jokowi, Kehebatan Jokowi Melebihi Nabi Ibrahim AS”.

Penelusuran melalui Google Search tidak menemukan informasi valid yang memuat pernyataan Narji seperti dalam klaim tersebut. Pencarian lanjutan menggunakan Google Lens menunjukkan artikel pada tangkapan layar memiliki kemiripan dengan unggahan di laman Tangselpos.id, terlihat dari kesamaan tanggal dan jam terbit serta foto Narji yang digunakan.

Adapun artikel asli di Tangselpos.id berjudul “PSI Tangsel Sambut Positif Bergabungnya Narji Cagur”. Isi artikel tersebut memuat pernyataan Ketua DPD PSI Kota Tangerang Selatan, Steven Jansen, yang menyambut baik bergabungnya Narji ke PSI. Dalam artikel itu tidak terdapat pernyataan Narji yang menyebut Jokowi lebih hebat daripada Nabi Ibrahim.

Sebagai konteks, PSI dipimpin oleh putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. Dalam setiap kampanye, PSI menempatkan Jokowi sebagai tokoh partai berlambang gajah tersebut.

Sebelum bergabung dengan PSI, Narji merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak Desember 2021. Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon legislatif untuk daerah pemilihan Jawa Tengah X dan memperoleh 19.178 suara, namun tidak berhasil melaju sebagai anggota legislatif.

Sebelumnya, Ketua Bidang Politik DPP PSI Bestari Barus menyampaikan bahwa Narji bergabung dengan PSI di wilayah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Banten. Bestari juga menyebut perpindahan partai politik merupakan hal yang lumrah, termasuk bagi figur publik.