Sebuah unggahan di media sosial mengeklaim jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, ditahan polisi setelah membongkar kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Informasi tersebut dinyatakan tidak benar berdasarkan penelusuran fakta.
Unggahan yang beredar menampilkan dua foto: satu memperlihatkan Diana Valencia tengah diwawancarai, dan satu lagi menampilkan tiga polisi yang sedang memberikan keterangan. Narasi unggahan menyebut Valencia ditahan karena dianggap membongkar “aib negara”.
Hasil penelusuran menunjukkan, foto pertama tidak berkaitan dengan isu penahanan. Gambar tersebut identik dengan cuplikan video yang merekam momen Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mengembalikan ID liputan Istana Kepresidenan milik Diana Valencia.
Dalam peristiwa itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden RI Yusuf Permana menyampaikan permintaan maaf serta menegaskan tidak akan ada lagi pencabutan ID liputan terhadap wartawan.
ID liputan Istana Kepresidenan milik Diana Valencia sebelumnya sempat dicabut oleh BPMI setelah ia menanyakan isu keracunan MBG kepada Presiden Prabowo Subianto pada 27 September 2025.
Sementara itu, foto kedua yang menampilkan polisi juga tidak terkait dengan kasus tersebut. Foto itu identik dengan gambar yang digunakan sebagai ilustrasi dalam artikel berjudul “Pimpin Langsung Teladan Integritas, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan Ikut Tes Urine Mendadak”.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Diana Valencia ditahan polisi karena membongkar kasus keracunan MBG merupakan informasi keliru. Foto-foto yang digunakan dalam unggahan tidak mendukung narasi tersebut dan berasal dari konteks yang berbeda.

