Sebuah narasi di media sosial mengeklaim hantavirus merupakan proyek terbaru miliarder Bill Gates untuk memodifikasi manusia. Dalam unggahan tersebut, kata “hanta” disebut sebagai singkatan dari “human altered nano tech agent” atau “agen teknologi nano modifikasi manusia”.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Narasi itu disebut sebagai hoaks dan merupakan teori konspirasi tanpa bukti.
Klaim tersebut beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook dan Instagram pada Senin (11/5/2026). Dalam narasi yang dibagikan, pengunggah juga menyebut “Hanta” terkait dengan nama Sungai Hantan di Korea dan menambahkan klaim lain mengenai arti kata tersebut dalam bahasa Ibrani.
Di sisi lain, hantavirus merupakan istilah medis untuk virus zoonosis yang dibawa hewan pengerat seperti tikus. Dikutip dari laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus ini umumnya menular ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau kontak dengan urin, air liur, maupun kotorannya.
Perhatian publik terhadap hantavirus kembali muncul setelah adanya laporan temuan wabah di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius. Hingga saat ini dilaporkan delapan kasus, terdiri dari lima infeksi yang dikonfirmasi melalui laboratorium dan tiga kasus yang diduga terkait dengan hantavirus strain Andes yang langka.
WHO menjelaskan, hantavirus strain Andes yang ditemukan di Amerika Selatan merupakan satu-satunya hantavirus yang diketahui dapat menular dari manusia ke manusia secara terbatas. Penularan antarmanusia, menurut WHO, memerlukan kontak dekat dan berkepanjangan, misalnya di antara anggota keluarga, pasangan intim, atau petugas kesehatan.
“Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan masih rendah,” kata Sekretaris Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.