Klaim di media sosial yang menyebut infeksi hantavirus sebagai efek samping vaksin Covid-19 produksi Pfizer dinyatakan tidak benar. Narasi tersebut beredar melalui sejumlah unggahan Facebook yang menampilkan tangkapan layar dokumen berisi daftar dugaan efek samping vaksin.
Dalam unggahan yang beredar pada Senin (11/5/2026), pengguna menuliskan bahwa “Infeksi Hantavirus merupakan efek samping yg diketahui akibat vaksin COVID-19 dari Pfizer” dan menyimpulkan bahwa hantavirus muncul setelah seseorang menerima vaksin Pfizer.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tangkapan layar yang digunakan memang berasal dari dokumen asli yang tersedia di situs Public Health and Medical Professionals for Transparency (PHMPT.org). Dokumen setebal 38 halaman itu memuat analisis laporan kejadian ikutan pasca-otorisasi vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech, dan bagian yang disorot dalam unggahan diambil dari halaman 33.
Namun, keberadaan istilah “hantavirus” dalam dokumen tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa vaksin Pfizer menyebabkan infeksi paru-paru akibat hantavirus. Dalam dokumen itu, hantavirus tercantum sebagai salah satu “kejadian tidak diinginkan yang menjadi perhatian khusus”. Artinya, kejadian medis yang tidak diinginkan yang dilaporkan terjadi setelah vaksinasi, tetapi tidak selalu disebabkan oleh vaksinasi itu sendiri.
Dokumen tersebut juga menegaskan bahwa akumulasi laporan kejadian buruk (adverse event reports/AER) tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat dengan vaksin. Kejadian yang dilaporkan bisa saja dipicu oleh penyakit yang mendasari, faktor lain seperti riwayat medis sebelumnya, atau pengobatan yang dijalani bersamaan.
Dengan demikian, narasi yang menyatakan hantavirus merupakan efek samping vaksin Covid-19 Pfizer merupakan hoaks karena menyimpulkan hubungan kausal hanya dari keberadaan istilah dalam daftar kejadian yang dilaporkan.