Klaim Gedung DPR Dibakar Demonstran pada 22 Juli 2026 Disebut Hoaks

Klaim Gedung DPR Dibakar Demonstran pada 22 Juli 2026 Disebut Hoaks

Sebuah unggahan di media sosial menampilkan klaim bahwa Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dibakar demonstran pada 22 Juli 2026. Unggahan tersebut beredar pada Kamis (23/7/2026) dan disertai narasi yang menyebut demo pajak berujung ricuh hingga “Gedung DPR dibakar”.

Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan narasi tersebut tidak benar. Tidak ditemukan pemberitaan valid atau informasi kredibel yang menyatakan terjadi pembakaran Gedung DPR pada Rabu (22/7/2026).

Unggahan yang beredar menggabungkan dua materi visual. Foto pertama memperlihatkan gedung DPR seolah dilalap api, sedangkan materi kedua menampilkan bangunan yang dipenuhi asap bekas kebakaran.

Berdasarkan penelusuran dengan teknik reverse image search, foto pertama tercatat sudah beredar sejak 10 Juli 2026 dengan narasi berbeda, yakni “Gedung DPR memanas, mahasiswa dan buruh tegang”. Sementara itu, sumber asli untuk materi visual kedua belum ditemukan, sehingga tidak dapat dipastikan apakah gambar tersebut benar menampilkan Gedung DPR atau lokasi lain.

Kompas.com juga menekankan bahwa pada 22 Juli 2026, kompleks DPR digunakan untuk acara pembukaan Sidang ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus atau Kaukus AIPA ke-17 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui akun YouTube TVR Parlemen.

Adapun aksi unjuk rasa pada 22 Juli 2026 dilaporkan berlangsung di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Demonstrasi itu menuntut aparat penegak hukum segera mengumumkan status hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, secara terbuka kepada publik.