Sebuah unggahan di media sosial beredar dengan narasi yang diklaim sebagai pernyataan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Dalam unggahan tersebut, Febrie disebut akan membongkar “bunker” berisi uang Rp 11 ribu triliun yang dikaitkan dengan mantan presiden Joko Widodo.
Namun, berdasarkan verifikasi yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut dinyatakan tidak benar. Kompas.com menyimpulkan narasi itu merupakan hoaks dan Febrie disebut tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang beredar.
Narasi tersebut ditemukan dibagikan sejumlah akun Facebook pada Juli 2026. Unggahan itu memuat kalimat yang menuding Febrie akan mengungkap “Rp 11 rebu triliun di bunker Jokowi.”
Dalam penelusurannya, Kompas.com juga memaparkan konteks terkait Febrie yang saat ini berstatus saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani Kejaksaan Agung.
Kompas.com mencatat, Polri melakukan penggeledahan pada 8 Juli 2026 di beberapa lokasi, termasuk restoran, tempat penukaran uang, serta sejumlah tempat lain di Jakarta Selatan. Penggeledahan juga dilakukan di sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang kemudian dikaitkan dengan Febrie Adriansyah.
Penggeledahan tersebut disebut berkaitan dengan sejumlah perkara, antara lain kasus pengadaan batu bara PLN, kasus PT Asabri-Jiwasraya, serta korupsi di Krakatau Steel. Dari penggeledahan di Sentul, polisi menyita emas batangan seberat 74 kilogram, uang 4.767.300 dollar AS, uang 14.083.800 dollar Singapura, dan uang Rp 100.000.000.
Dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada 10 Juli 2026, Febrie mengakui bahwa rumah di Sentul yang digeledah polisi merupakan rumah pribadi miliknya. Ia juga menegaskan bahwa uang dalam jumlah besar yang ditemukan penyidik di rumah tersebut bukan tanpa pemilik dan seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Febrie Adriansyah akan membongkar “bunker” berisi uang Rp 11 ribu triliun milik Jokowi dinyatakan tidak benar berdasarkan hasil verifikasi Kompas.com.