Kabar yang menyebut demonstran membakar Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, saat unjuk rasa pada 23 Juli 2026 dipastikan tidak benar. Hasil penelusuran sejauh ini tidak menemukan peristiwa pembakaran gedung tersebut oleh massa aksi.
Narasi itu beredar melalui sejumlah unggahan di Facebook. Dalam unggahan yang beredar, waktu kejadian disebut berbeda-beda, ada yang menuliskan Rabu (22/7/2026) dan ada pula yang menyebut Kamis (23/7/2026). Narasi tersebut juga disertai tautan video YouTube yang memuat klaim “Gedung Kejagung dibakar”.
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan kredibel mengenai pembakaran Gedung Kejagung oleh demonstran pada Kamis (23/7/2026). Pada hari tersebut, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM Kristiani Seluruh Indonesia memang berunjuk rasa di depan Gedung Kejagung.
Dalam aksi itu, Kejagung dinilai lamban menangani kasus korupsi dan pencucian uang yang disebut melibatkan eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Massa aksi sedikitnya berjumlah 100 orang, lalu membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB. Tidak ada pembakaran Gedung Kejagung dalam peristiwa tersebut.
Sehari sebelumnya, Rabu (22/7/2026), massa yang mengatasnamakan Jaringan Intelektual Hukum Nasional juga berunjuk rasa di depan Gedung Kejagung. Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan saat massa terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian.
Kericuhan disebut mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam kejadian itu, massa membakar ban di depan gerbang Kejagung, namun api segera dipadamkan oleh aparat. Peristiwa tersebut tidak sama dengan klaim yang menyebut Gedung Kejagung dibakar.