Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalimantan Barat resmi meluncurkan tahapan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Kalimantan Barat Tahun 2026. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026.
Evaluasi tahunan ini digelar untuk mengukur tingkat kepatuhan lembaga pemerintah dan badan publik dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Ketua KI Kalbar M. Darusalam mengatakan Monev 2026 mengusung semangat pembaruan dengan tema “Akselerasi Keterbukaan Informasi Pembangunan: Transformasi Kewajiban Administratif menuju Budaya Kerja Berintegritas”. Menurutnya, keterbukaan informasi tidak semestinya dipandang sekadar rutinitas birokrasi atau pemenuhan kewajiban administratif, melainkan perlu menjadi budaya kerja yang menjunjung transparansi, kejujuran, dan akuntabilitas untuk mendukung pembangunan di Kalimantan Barat.
Darusalam juga menyebut peluncuran Monev 2026 direncanakan dibuka oleh Ketua Komisi Informasi Pusat dan diluncurkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat.
Ia menambahkan, Kalimantan Barat memiliki catatan baik di tingkat nasional dengan meraih predikat kualifikasi “Informatif” selama empat tahun berturut-turut pada 2022 hingga 2025. Karena itu, Monev 2026 diharapkan menjadi instrumen untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi badan publik di daerah.
Wakil Ketua KI Kalbar sekaligus Koordinator Monev 2026, M. Reinardo Sinaga, menjelaskan bahwa terdapat 182 badan publik yang menjadi peserta. Peserta terbagi dalam enam kategori, yakni 14 pemerintah kabupaten/kota, 43 organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Kalbar, 24 pemerintahan desa, 16 BUMD, 70 OPD tingkat kabupaten/kota, serta 15 lembaga legislatif se-Kalbar.
Menurut Reinardo, peluncuran Monev akan digelar secara hybrid. Gubernur Kalbar dan sejumlah pimpinan badan publik provinsi dijadwalkan hadir di Ruang DAR, sementara seluruh peserta Monev mengikuti secara daring.
Seluruh proses pengisian Self Assessment Questionary (SAQ) dilakukan secara digital melalui aplikasi E-Monev yang dapat diakses melalui tautan e-monev.komisiinformasi.go.id/provinsi/kalbar. Tahapan pengisian dan pengembalian SAQ dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni hingga 10 Juli 2026.
Salah satu penekanan dalam Monev 2026 adalah komitmen pimpinan tingkat atas. Reinardo menyampaikan, tahap akhir penilaian berupa presentasi memiliki bobot 30%. Dari bobot tersebut, 50% sangat bergantung pada kehadiran fisik pimpinan tertinggi badan publik saat presentasi.
Ia menegaskan, kehadiran pimpinan tertinggi—seperti bupati, wali kota, kepala dinas, ketua DPRD, atau direktur utama—dinilai sebagai indikator utama komitmen lembaga terhadap keterbukaan informasi. Jika presentasi didelegasikan kepada staf atau pejabat menengah, skor maksimal akan turun dan dibatasi.
Rangkaian Monev KI Kalbar 2026 dijadwalkan ditutup dengan rekapitulasi penilaian pada Agustus. Selanjutnya, Malam Penganugerahan direncanakan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026. Hasil penilaian akan dilaporkan kepada Gubernur dan Ketua DPRD Kalbar serta dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.