Kepala Distrik Mimika, Merlin Temorubun, menyoroti minimnya informasi terkait pelayanan di Kelurahan Kebun Sirih. Ia menekankan pentingnya transparansi kepada masyarakat agar tidak muncul kesalahpahaman terhadap kinerja pemerintah kelurahan.
Merlin mengatakan pihak distrik telah menerima sejumlah laporan mengenai kondisi pelayanan. Namun, kurangnya penyampaian informasi kepada warga dinilai memicu persepsi negatif, seolah-olah pelayanan tidak berjalan.
“Kalau memang ada pelayanan yang tidak berjalan, itu harus dilaporkan kepada kami, supaya tidak ada lagi yang bilang bahwa lurah tidak bekerja,” kata Merlin.
Ia menjelaskan, terganggunya pelayanan di Kelurahan Kebun Sirih dipengaruhi kendala teknis, termasuk persoalan fasilitas bangunan. Untuk menindaklanjuti hal itu, pihak distrik telah menggelar rapat dan berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap.
“Kita sudah rapat, dan mulai hari ini maupun ke depan, hal-hal yang belum sempat diperbaiki akan kita benahi,” ujarnya.
Selain pembenahan fasilitas, Merlin juga mengingatkan para lurah di wilayah Distrik Mimika agar lebih maksimal menjalankan tugas. Ia menekankan perlunya evaluasi internal, dengan lurah diminta aktif menilai kinerja staf, sementara evaluasi terhadap lurah akan dilakukan langsung olehnya.
Merlin turut menyoroti lemahnya penyampaian informasi kepada masyarakat terkait perubahan lokasi pelayanan. Pelayanan sementara diketahui dialihkan ke wilayah Koprapoka, namun masih banyak warga yang belum mengetahuinya.
“Ini yang jadi masalah, banyak masyarakat belum tahu. Akhirnya muncul komplain karena mereka kira kantor kelurahan tutup tanpa alasan,” jelasnya.
Ia berharap media dapat membantu menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.
“Kami minta tolong agar ini bisa diinformasikan, supaya masyarakat tahu. Ini juga bagian dari kesalahan kami karena kurang komunikasi,” tutupnya.

