Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono, mengakui lembaganya tengah menghadapi sejumlah persoalan internal, termasuk dugaan pelanggaran dan lemahnya transparansi. Ia menyatakan pembenahan menyeluruh akan menjadi prioritas utama pada masa kepemimpinannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (22/7). Ia menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.
Sudaryono menegaskan tidak menutup mata terhadap masalah yang ada di tubuh BGN. “Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan itu,” kata Sudaryono sebelum prosesi pelantikan.
Menurut dia, langkah awal yang akan ditempuh adalah mendengarkan asesmen internal dari jajaran BGN sebagai dasar perbaikan. Ia juga menekankan pembenahan harus dilakukan secara kolektif bersama tim.
Sudaryono menyebut dua wakil kepala yang direncanakan mendampinginya, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. “Ini kan kerja tim, tidak ada superman, tapi yang ada adalah supertim,” ujarnya.
Salah satu fokus yang ditekankan Sudaryono adalah perubahan tata kelola BGN. Ia menargetkan sistem yang dinilai masih “gelap” dapat dibuat lebih terbuka dan transparan.