Sebuah unggahan di Instagram menampilkan foto Menteri Sosial Saifullah Yusuf disertai narasi bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menggelembungkan anggaran pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat hingga Rp700 ribu per pasang. Unggahan itu juga membandingkan angka tersebut dengan harga pasar yang diklaim jauh lebih murah.
Narasi tersebut menyebar luas dan memicu beragam respons di media sosial. Sejumlah warganet menilai informasi itu sebagai bukti dugaan mark up anggaran.
Namun, Kemensos menyatakan klaim tersebut tidak benar. Dalam klarifikasi resmi yang disampaikan melalui surat bernomor 253/1.6/HM.03/5/2026 tertanggal 6 Mei 2026, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemensos, Devi Deliani, menegaskan bahwa unggahan yang beredar memuat informasi yang salah dan menyesatkan.
Kemensos menilai informasi tersebut berpotensi menggiring opini negatif terhadap instansi dan program pemerintah, sehingga perlu diluruskan.
Saifullah Yusuf, yang juga dikenal sebagai Gus Ipul, turut menanggapi isu itu. Ia menegaskan informasi viral tersebut merupakan hoaks dan memutarbalikkan fakta. Menurutnya, proses penentuan anggaran dilakukan secara bertahap dan melalui pembahasan bersama DPR RI.
Dengan demikian, klaim bahwa Kemensos menggelembungkan anggaran sepatu Sekolah Rakyat hingga Rp700 ribu per pasang dinyatakan sebagai informasi yang tidak benar dan menyesatkan.