Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan dashboard haji publik sebagai upaya meningkatkan transparansi layanan bagi jemaah. Melalui platform ini, masyarakat dapat memantau penyelenggaraan haji secara lebih terbuka dan cepat.
Dashboard tersebut dapat diakses melalui laman resmi yang disediakan pemerintah. Informasi yang ditampilkan mencakup statistik haji serta data operasional haji tahun ini.
Data yang tersedia antara lain kategori jemaah reguler, jemaah lansia, dan pengguna kursi roda. Selain itu, dashboard juga memuat informasi terkait akomodasi, layanan kesehatan, serta jadwal penerbangan jemaah.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh Hasan Afandi, menyampaikan bahwa dashboard ini merupakan wujud komitmen keterbukaan informasi. “Dashboard ini memudahkan masyarakat mengikuti perkembangan haji,” kata Hasan dalam keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.
Hasan menjelaskan, sistem tersebut membantu keluarga jemaah dan para pemangku kepentingan memantau layanan yang diterima jemaah. Informasi disajikan secara cepat, terintegrasi, dan dibuat agar mudah dipahami publik.
Ia menambahkan, dashboard ini menjadi bagian dari transformasi layanan berbasis data. “Kami ingin memastikan layanan haji transparan, tertib, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Hasan, integrasi data diperlukan karena penyelenggaraan haji melibatkan banyak jemaah dan wilayah layanan. Sistem ini juga mendukung pemantauan mulai dari keberangkatan hingga layanan kesehatan.
Kemenhaj mengajak masyarakat memanfaatkan dashboard tersebut sebagai rujukan resmi informasi haji. Keterbukaan ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan serta kualitas layanan bagi jemaah.