Kemendikdasmen Perluas PIP hingga TK pada 2026, Lanjutkan Beasiswa ADEM dan Program Afirmasi

Kemendikdasmen Perluas PIP hingga TK pada 2026, Lanjutkan Beasiswa ADEM dan Program Afirmasi

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk memastikan penggunaan anggaran pendidikan berjalan berkelanjutan demi mewujudkan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Komitmen itu akan diperkuat lewat berbagai program afirmasi pada 2026.

Sejumlah program yang akan dilanjutkan antara lain Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM), Program Indonesia Pintar (PIP), serta fasilitasi penyelenggaraan pendidikan afirmasi dan pendidikan inklusif.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyampaikan salah satu fokus pada 2026 adalah perluasan cakupan PIP hingga jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Menurutnya, perluasan ini dilakukan untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun dengan sasaran lebih dari 19 juta murid.

“Tahun 2026 Kemendikdasmen akan memperluas cakupan PIP hingga mencakup jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Perluasan cakupan ini dilakukan untuk mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun dengan sasaran lebih dari 19 juta murid,” kata Suharti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Suharti menjelaskan, langkah tersebut ditujukan untuk menjamin keberlanjutan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah sejak pendidikan anak usia dini.

Selain PIP, Kemendikdasmen pada 2026 juga akan menyalurkan Beasiswa ADEM kepada 5.519 murid SMA/SMK yang berasal dari daerah khusus, Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi. Program ini dipandang penting untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kesetaraan, dan kepastian memperoleh layanan pendidikan bermutu bagi peserta didik yang menghadapi hambatan geografis dan ekonomi.

Kemendikdasmen juga berencana memperkuat fasilitasi penyelenggaraan pendidikan afirmasi dan pendidikan inklusif melalui pembinaan serta pemberian bantuan kepada Community Learning Center (CLC) di Malaysia. Selain itu, akan dikembangkan sistem pendidikan jarak jauh dengan target 771 lembaga yang menjangkau lebih dari 21.500 murid.

Suharti menambahkan, capaian pada 2025 menunjukkan arah progresif dengan penyaluran PIP kepada lebih dari 19 juta murid dan Beasiswa ADEM kepada 4.616 murid. Ia menyatakan Kemendikdasmen akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyaluran beasiswa kepada peserta didik serta bantuan untuk lembaga pendidikan yang mengampu pembelajaran afirmasi dan inklusif.

Manfaat PIP juga dirasakan langsung oleh peserta didik. Hanif Taki, murid SMA Negeri 1 Teluk Bintan, Kepulauan Riau, mengaku telah menerima PIP sejak kelas 6 SD. Hanif yang aktif sebagai pengurus OSIS dan Paskibraka Kabupaten Teluk Bintan mengatakan bantuan tersebut meringankan beban orang tua sekaligus memotivasinya untuk terus belajar dan berprestasi.

“Dengan bantuan PIP saya sangat bersyukur dapat meringankan beban orang tua terhadap pendidikan saya. Bantuan ini juga memotivasi saya untuk lebih semangat belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita untuk di masa depan,” kata Hanif.

Hanif berharap dapat mengabdikan diri untuk Indonesia di masa depan, dengan cita-cita menjadi anggota kepolisian, murid sekolah kedinasan, atau Aparatur Sipil Negara (ASN).