Kelurahan Sukaraja Bandung Luncurkan Prima dan Smart Kang untuk Pendataan Penduduk serta Transparansi Pembangunan

Kelurahan Sukaraja Bandung Luncurkan Prima dan Smart Kang untuk Pendataan Penduduk serta Transparansi Pembangunan

Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, meluncurkan dua inovasi digital, yakni Prima Sukaraja (Platform Registrasi Informasi Masyarakat Aktif) dan Smart Kang (Sistem Monitoring Akuntabel dan Transparan Kegiatan Pembangunan). Peluncuran berlangsung di Halaman Gateway Pasteur, Jalan Gunung Batu, Jumat (12/06/2026).

Kedua platform tersebut diperkenalkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan publik yang kian kompleks, terutama terkait pendataan penduduk non-permanen serta keterbukaan informasi pembangunan di tingkat kewilayahan.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sukaraja, Yusriansyah, yang juga Leader Project Prima Sukaraja, mengatakan inovasi itu berangkat dari keprihatinan terhadap pendataan penduduk tidak tetap yang dinilai belum optimal. Ia menyebut kelurahan selama ini belum memiliki basis data yang akurat mengenai warga non-permanen.

Melalui Prima Sukaraja, penduduk non-permanen didorong melakukan pelaporan secara mandiri kapan saja dan di mana saja. Sistem pelaporan dilakukan melalui barcode yang rencananya ditempel di kos-kosan dan kontrakan.

Menurut Yusriansyah, data yang akurat dibutuhkan untuk mendukung kebijakan pemerintah, mulai dari aspek keamanan, ketertiban, hingga pengelolaan lingkungan seperti penanganan sampah. Ia menegaskan target utama platform ini adalah tersedianya basis data yang jelas, baik untuk penduduk permanen maupun non-permanen, agar kebijakan dapat disusun lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan, Prima Sukaraja dirancang tidak hanya untuk pendataan. Ke depan, platform berbasis website ini akan dikembangkan menjadi pusat layanan publik digital agar warga dapat mengakses berbagai layanan kelurahan tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Kami ingin seluruh layanan publik di Kelurahan Sukaraja terintegrasi dalam satu sistem. Warga cukup mengakses melalui WhatsApp atau email untuk mendapatkan layanan administrasi yang dibutuhkan,” kata Yusriansyah. Ia juga menyatakan aspek keamanan data menjadi perhatian utama karena sistem memuat dokumen penting seperti kartu keluarga dan verifikasi identitas pengguna, serta telah melalui pengujian terkait keamanan.

Sementara itu, Kepala Seksi Ekbang dan LH Sukaraja, Hendrik Hermawan, selaku Leader Project Smart Kang, mengatakan platform tersebut dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi pembangunan. Ia menilai selama ini informasi pembangunan lebih banyak diketahui melalui spanduk di lokasi proyek, yang jangkauannya terbatas.

Melalui Smart Kang, warga dapat memantau proses pembangunan lewat dashboard berbasis web, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir proyek yang dibiayai pemerintah. Hendrik menyebut fokus Smart Kang berada pada pemantauan proses pelaksanaan, yang menurutnya belum sepenuhnya dapat diikuti masyarakat.

Ia berharap keterlibatan warga meningkat melalui akses informasi yang lebih terbuka. Menurut Hendrik, ketika masyarakat mengikuti proses pembangunan di lingkungannya, rasa memiliki dapat tumbuh dan mendorong partisipasi serta swadaya.

Dalam pengembangannya, Smart Kang melibatkan sejumlah pihak, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Telkom University, serta siswa SMK Negeri 11 Bandung dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Teknik Komputer Jaringan, dan Rekayasa Perangkat Lunak.

Sekretaris Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin, mengapresiasi lahirnya dua inovasi tersebut dan menilai inisiatif dari tingkat kewilayahan sejalan dengan semangat transformasi digital pelayanan publik di Kota Bandung. Ia menyebut transformasi digital tidak hanya datang dari pemerintah kota, tetapi juga dari aparatur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Mahyudin juga menyampaikan peluang integrasi aplikasi tersebut dengan platform layanan terpadu Kota Bandung, Sadayana, agar warga tidak perlu mengakses banyak aplikasi untuk memperoleh layanan. Meski demikian, ia mengakui tantangan besar digitalisasi pelayanan publik masih terkait integrasi dan pemanfaatan data kependudukan yang memiliki aturan serta perlindungan khusus, sehingga membutuhkan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor.

Anggota DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah, turut menyampaikan apresiasi dan menilai Prima Sukaraja serta Smart Kang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia menyoroti persoalan administrasi kependudukan yang kerap menjadi hambatan warga dalam mengakses layanan pemerintah, seperti kesehatan dan pendidikan.

Menurutnya, Prima Sukaraja dapat membantu pendataan penduduk, termasuk pendatang yang tinggal dan bekerja di Bandung. Ia menilai penduduk non-permanen yang sudah lama menetap juga perlu terdata agar dapat mengakses layanan publik sesuai ketentuan. Ia juga mengapresiasi keterlibatan siswa SMK Negeri 11 Bandung dalam pengembangan aplikasi, dengan menilai potensi generasi muda perlu diberi ruang untuk menghadirkan solusi.

Camat Cicendo, Siti Romlah, menyebut kedua aplikasi tersebut relevan dengan kondisi Sukaraja yang memiliki mobilitas penduduk tinggi karena berbatasan langsung dengan Kota Cimahi. Ia menegaskan data menjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan.