Iran Bantah Kabar Mojtaba Khamenei Terluka Parah Usai Serangan AS dan Israel

Iran Bantah Kabar Mojtaba Khamenei Terluka Parah Usai Serangan AS dan Israel

Kabar simpang siur mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru terpilih, Ayatollah Mojtaba Khamenei, beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut Mojtaba terluka parah akibat serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.

Narasi tersebut ramai beredar pada 11 Maret 2026. Dalam unggahan yang beredar, Mojtaba diklaim mengalami luka serius dan dirawat menggunakan alat bantu di ruang ICU Rumah Sakit Sina, Teheran.

Namun, informasi itu dibantah oleh pihak Iran. Penasihat Pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, menyatakan Mojtaba dalam keadaan baik.

Dalam konteks peristiwa tersebut, pada waktu yang sama memang terjadi serangan oleh AS dan Israel yang disebut mengincar Mojtaba Khamenei. Sejumlah media di Amerika Serikat juga melaporkan bahwa serangan itu menyebabkan Mojtaba terluka, tetapi laporan tersebut tidak merinci tingkat keparahan maupun kondisi pastinya.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai figur yang jarang tampil di hadapan publik. Meski demikian, ia disebut sebagai sosok yang dihormati sejak masih mendampingi ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.