Indeks Data Nasional: Serangan Pribadi ke Presiden Prabowo di Medsos Tak Mewakili Persepsi Publik

Indeks Data Nasional: Serangan Pribadi ke Presiden Prabowo di Medsos Tak Mewakili Persepsi Publik

Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, menilai serangan pribadi terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial tidak merepresentasikan persepsi publik secara keseluruhan. Pernyataan itu disampaikan Ayip kepada RMOL pada Senin, 20 Juli 2026.

Ayip menegaskan kebebasan berpendapat memang dijamin dalam demokrasi. Namun, menurut dia, kritik semestinya tidak bergeser menjadi penghinaan yang menyerang pribadi.

Ia mencontohkan wacana penyematan istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik kepada Presiden Prabowo. Menurut Ayip, pelabelan semacam itu bukanlah kritik terhadap kinerja atau kebijakan.

Ayip juga mengamati maraknya konten negatif yang menyerang pribadi Presiden cenderung menjatuhkan martabat seseorang dan bukan bagian dari kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab. Ia menilai kritik seharusnya diarahkan pada kebijakan atau tindakan Presiden, bukan konten yang hanya mendorong kemarahan publik.

Menurut Ayip, konten yang menyerang secara personal kerap tidak disertai argumentasi maupun tanggung jawab, melainkan lebih banyak digunakan untuk menyulut emosi. Meski demikian, ia menyoroti konten semacam itu justru sering memperoleh engagement tinggi dan kemudian dianggap mewakili pandangan publik.

Ayip menambahkan demokrasi membutuhkan kebebasan berbicara, tetapi juga memerlukan kedewasaan dan tanggung jawab. Ia turut mengaitkan dukungan publik dengan hasil elektoral, dengan menyebut Prabowo menang 58 persen dalam pemilihan satu putaran melawan dua kandidat. Ayip menyimpulkan berbagai hasil survei dapat menjadi indikator bahwa dukungan dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo masih berada pada tingkat mayoritas.