IHSG Menguat 2,82% Sepekan, BEI Percepat Reformasi Transparansi di Tengah Net Sell Asing Rp68,25 Triliun

IHSG Menguat 2,82% Sepekan, BEI Percepat Reformasi Transparansi di Tengah Net Sell Asing Rp68,25 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 2,82% sepanjang sepekan perdagangan 15–19 Juni 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik dari 6.007,656 pada 13 Juni 2026 menjadi 6.177,139 pada 19 Juni 2026.

Kenaikan indeks diikuti penguatan kapitalisasi pasar. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 2,51% menjadi Rp10.788 triliun pada 19 Juni 2026, dibandingkan Rp10.524 triliun pada pekan sebelumnya.

Namun, aktivitas perdagangan rata-rata harian cenderung melemah. Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,02% menjadi Rp24,81 triliun dari Rp25,06 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga turun 5,83% menjadi 34,03 miliar saham dari 36,14 miliar saham, sementara rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 10,33% menjadi 2,25 juta transaksi dari 2,51 juta transaksi.

Di sisi aliran dana investor asing, BEI mencatat nilai jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD) mencapai Rp68,25 triliun per 19 Juni 2026. Angka ini meningkat dibandingkan posisi Rp67,34 triliun pada 13 Juni 2026.

Di tengah dinamika tersebut, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memaparkan perkembangan reformasi pasar modal dalam forum yang digelar pada 17 Juni 2026. Agenda reformasi mencakup peningkatan batas free float menjadi 15%, keterbukaan data pemegang saham di atas 1%, serta publikasi data High Shareholding Concentration (HSC) untuk meningkatkan kualitas transparansi dan perlindungan investor.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan berbagai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia melalui peningkatan transparansi, tata kelola, dan literasi investor.

BEI juga menilai fundamental pasar modal Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian global. Hal itu tercermin dari jumlah investor pasar modal yang telah melampaui 28,3 juta single investor identification (SID), rata-rata nilai transaksi harian sekitar Rp24,7 triliun, serta sekitar 80% perusahaan tercatat yang membukukan laba positif pada kuartal I 2026.

Selain agenda transparansi, BEI melaporkan perluasan edukasi investor melalui peresmian enam Galeri Investasi baru di Kepulauan Bangka Belitung. BEI juga mendorong implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), termasuk penguatan kepemimpinan perempuan di perusahaan tercatat.

Data sepekan menunjukkan IHSG mampu menguat meski investor asing masih mencatat net sell secara kumulatif sepanjang 2026. Pada saat yang sama, BEI melanjutkan percepatan reformasi transparansi—mulai dari ketentuan free float, keterbukaan kepemilikan saham, hingga publikasi HSC—sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang.