Hoaks undian berhadiah yang mengatasnamakan bank kembali beredar di media sosial. Sejumlah unggahan di Facebook menampilkan klaim program undian, lengkap dengan tautan atau tombol pendaftaran, namun mengarahkan pengguna untuk mengisi data pribadi dan informasi terkait rekening.
Salah satu yang terbaru mencatut nama Bank BPD Bali dengan narasi “undian spesial HUT ke-81 RI”. Bank BPD Bali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada karena pihaknya menyatakan tidak pernah mengadakan undian berhadiah melalui website tidak resmi, akun media sosial bodong, pesan WhatsApp perseorangan, maupun tautan pendaftaran online yang tidak terverifikasi.
Bank tersebut juga menegaskan, apabila ada akun, pesan, atau situs web yang mengatasnamakan Bank BPD Bali lalu meminta data pribadi maupun data rahasia perbankan—seperti nomor kartu debit/kredit, PIN, One Time Password (OTP), hingga CVV—maka informasi itu dapat dipastikan merupakan penipuan.
Dalam salah satu unggahan Facebook bertanggal 30 Juli 2026, akun yang menyebarkan klaim undian spesial HUT RI ke-81 Bank BPD Bali menyebut pendaftaran “100% gratis” dan menawarkan berbagai hadiah, seperti uang tunai, mobil, motor, tiket liburan luar negeri, hingga televisi. Namun, saat tombol “Pelajari Selengkapnya” diklik, pengguna diarahkan ke kolom isian yang meminta data seperti nama, nomor WhatsApp, dan sisa saldo.
Selain itu, beredar pula klaim “link pendaftaran undian berhadiah Bank BRI 2026” yang diunggah akun Facebook pada 12 Juli 2026. Unggahan tersebut menyebut program apresiasi bagi nasabah BRI yang aktif menggunakan Simpedes/BritAma dan BRImo, disertai poster berisi daftar hadiah. Terdapat menu pendaftaran yang ketika diklik mengarah ke kolom isian data pribadi, termasuk nama, nomor WhatsApp aktif, dan sisa saldo.
Hoaks serupa juga ditemukan mengatasnamakan Bank Jateng. Tim Cek Fakta menemukan unggahan Facebook bertanggal 29 Juni 2026 yang mengajak nasabah Bank BPD Jateng pengguna aplikasi Bima Mobile Banking untuk mengikuti “undian gebyar” dan mengklaim menyediakan berbagai hadiah. Unggahan itu disertai tautan yang mengarah ke sebuah situs web tertentu.
Rangkaian unggahan tersebut menunjukkan pola yang sama: mengiming-imingi undian berhadiah dan mengarahkan calon korban untuk memasukkan data pribadi melalui tautan atau formulir yang tidak terverifikasi. Masyarakat diimbau berhati-hati ketika menemukan informasi undian berhadiah yang mengatasnamakan bank, terutama bila diminta memberikan data pribadi atau informasi rahasia perbankan.