Informasi palsu atau hoaks mengenai undian berhadiah yang mengatasnamakan sejumlah bank kembali marak beredar di media sosial. Masyarakat diminta lebih waspada karena modus ini kerap disertai tautan pendaftaran yang ujungnya meminta data pribadi melalui link palsu.
Dalam sejumlah unggahan, pelaku mencatut nama berbagai bank dan menyertakan tombol atau tautan “daftar” yang mengarahkan korban ke formulir isian. Data yang diminta bervariasi, mulai dari nama, nomor WhatsApp aktif, hingga informasi sensitif seperti sisa saldo.
Sejumlah hoaks undian berhadiah yang terpantau di antaranya mencatut nama Bank BNI, Bank BSI, dan Bank Sulteng.
Klaim undian berhadiah Wondr BNI
Salah satu unggahan di Facebook pada 30 April 2026 memuat klaim “BNI Festival Berhadiah” untuk nasabah Wondr BNI. Dalam narasinya, unggahan tersebut menyebut deretan hadiah seperti mobil, motor, ponsel, rumah, hingga umrah, serta menegaskan pendaftaran gratis. Namun, ketika menu pendaftaran diklik, pengguna diarahkan ke kolom di Facebook yang meminta data pribadi seperti nama, nomor WhatsApp aktif, hingga sisa saldo.
Klaim undian berhadiah Bank BSI 2026
Unggahan lain di Facebook pada 2 Mei 2026 mengklaim adanya “Event Spesial BSI Festival Berhadiah” bagi nasabah yang menggunakan BYOND by BSI. Unggahan itu juga mencantumkan daftar hadiah, batas waktu pendaftaran, dan menyatakan pendaftaran tidak dipungut biaya. Tautan “daftar” pada unggahan tersebut mengarah ke kolom di Facebook yang meminta data pribadi seperti nama, nomor WhatsApp aktif, hingga sisa saldo.
Klaim undian berhadiah Bank Sulteng
Selain itu, unggahan Facebook pada 28 April 2026 menyebut program undian berhadiah bagi nasabah yang menggunakan layanan mobile banking Bank Sulteng. Unggahan tersebut menampilkan berbagai hadiah dan mengarahkan pengguna untuk menekan tombol “daftar”. Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs yang meminta data pribadi seperti nama hingga nomor WhatsApp.
Maraknya tautan undian berhadiah yang meminta data pribadi menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati saat menemukan informasi serupa di media sosial, terutama jika disertai link pendaftaran yang tidak jelas.